Bukan Sekadar Bisnis, PTPN bikin Gebrakan

1 day ago 7

Jumat, 24 April 2026 - 21:19 WIB

Jakarta, VIVA - PT Perkebunan Nusantara atau PTPN Group menggelar aksi 'One Man One Tree'. Inisiatif ini menggerakkan kekuatan kolektif seluruh karyawan untuk menanam minimal satu pohon di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Langkah tersebut tidak hanya fokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga menjadi upaya memperkuat ekosistem perkebunan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program penanaman pohon ini sekaligus memperkuat komitmen perusahaan untuk rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam pemenuhan kewajiban sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Keduanya sebagai indikator bahwa operasional perkebunan khususnya sawit telah memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Sejak 2024-April 2026, BUMN Perkebunan ini berhasil menanam sedikitnya 142.400 pohon.

Guna memastikan dampak yang optimal, pemilihan jenis vegetasi disesuaikan dengan kebutuhan ekologi serta potensi sosio-ekonomi di masing-masing wilayah operasional.

Ragam tanaman yang ditanam mencakup kategori konservasi seperti Pinus, Damar, Mahoni, Cendana, Bayur, Jamblang, Kiara Payung, Cemara, serta Ketapang untuk penguatan ekosistem, serta tanaman produktif seperti Alpukat, Nangka, Durian, Jambu, dan Aren yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna menyampaikan bahwa penanaman pohon ini merupakan bagian kesatuan dari seluruh gerak proses bisnis yang dilakukan PTPN Group.

“Pertumbuhan bisnis harus berjalan selaras dengan upaya pelestarian alam. Setiap langkah perusahaan tidak hanya berorientasi pada produktivitas dan kinerja usaha, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem, serta peningkatan kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ungkapnya, Jumat, 24 April 2026.

Ilustrasi perkebunan sawit

Klaim Carbon Sink Sawit Jadi Sorotan, Pemerintah Perkuat Standar ISPO

Pengamat soroti klaim serapan karbon industri sawit. Pernyataan pelaku industri diminta dikaji hati-hati, terutama terkait aspek lingkungan dan keberlanjutan.

img_title

VIVA.co.id

17 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |