Jakarta, VIVA – Protein selama ini identik dengan atlet atau mereka yang rutin berolahraga di gym. Padahal, perannya dalam tubuh jauh lebih luas dan penting untuk aktivitas sehari-hari, bahkan bagi orang yang tidak menjalani rutinitas olahraga intens.
Bagi orang dewasa yang aktif—baik karena pekerjaan, mobilitas harian, atau sekadar ingin tetap bugar—asupan protein yang konsisten menjadi salah satu fondasi utama untuk menjaga energi dan daya tahan tubuh. Hal ini disampaikan oleh Dr. Krissy Ladner, Director of Sports Performance and Nutrition Education di Herbalife. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, protein tidak hanya berfungsi membentuk otot, tetapi juga membantu tubuh memperbaiki jaringan yang rusak akibat aktivitas sehari-hari. Setiap gerakan, mulai dari berjalan hingga mengangkat barang, memberi tekanan pada otot. Di sinilah protein bekerja membantu proses pemulihan sekaligus menjaga kekuatan tubuh dalam jangka panjang.
Tak hanya itu, protein juga berperan dalam menjaga metabolisme tetap optimal. Massa otot tanpa lemak yang terjaga dengan baik akan membantu tubuh menggunakan energi secara lebih efisien, yang pada akhirnya berdampak pada pengelolaan berat badan dan kebugaran secara keseluruhan.
Salah satu hal yang kerap disalahpahami adalah waktu konsumsi protein. Banyak orang menganggap protein hanya penting setelah olahraga atau saat ingin membentuk otot. Padahal, tubuh justru mendapatkan manfaat maksimal ketika asupan protein didistribusikan secara merata sepanjang hari.
Mengonsumsi protein di setiap waktu makan diketahui dapat membantu menjaga energi tetap stabil sekaligus mengontrol rasa lapar. Selain itu, pola ini juga mendukung pemulihan tubuh dari aktivitas harian yang sering kali tidak disadari cukup menguras tenaga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pendekatan ini juga mendukung pemulihan dari aktivitas fisik sehari-hari. Mengombinasikan protein dengan karbohidrat setelah beraktivitas membantu mengisi kembali cadangan energi sekaligus mendukung perbaikan otot. Seiring waktu, kebiasaan ini dapat meningkatkan konsistensi dan mengurangi rasa pegal, sehingga lebih mudah untuk tetap aktif,” jelas Dr. Ladner, dalam keterangannya, dikutip Senin 4 Mei 2026.
Dari sisi sumber, protein tidak harus selalu berasal dari satu jenis makanan. Sumber hewani seperti ikan, telur, dan produk susu dikenal mudah diserap tubuh karena mengandung asam amino esensial. Namun, sumber nabati seperti kacang-kacangan dan produk kedelai juga memberikan manfaat tambahan berupa serat dan nutrisi lain yang mendukung kesehatan.
Halaman Selanjutnya
Mengombinasikan berbagai sumber protein dinilai menjadi cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian sekaligus menjaga pola makan tetap seimbang.

1 week ago
11











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)