Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik merosot pada pembukaan perdagangan Senin, 13 April 2026. Tekanan dipicu sikap investor mempertimbangkan blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran setelah pembicaraan antara kedua negara gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Presiden AS, Donald Trump dilaporkan untuk melanjutkan serangan udara terhadap Iran. Pada pekan lalu, Trump menyetujui gencatan senjata selama dua minggu sebagai imbalan atas izin Teheran agar kapal-kapal dapat melewati selat Hormuz dan sebelumnya, sempar mengancam akan membom setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kegagalan ngosiasi selama yang dilaksanakan di Islamabad sontak memicu kekhawatiran bahwa perang AS-Iran akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Proyeksi ini menyebabkan kenaikan harga minyak dunia naik dan membebani perekonomian di seluruh dunia.
Presiden AS, Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei
Melansir CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 0,84 persen. Sementara indeks Topix merosot 0,42 persen.
Di Korea Selatan, indems Kospi terkoreksi 1,83 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil melemah lebih parah, yakni sebesar 1,43 persen.
Di Australia, S&P/ASX 200 tergerus amblas 0,74 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka berada di angka 25.964.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bursa AS juga menunjukkan kinerja negatif. Indeks berjangka Dow Jones Industrial Average turun 517 poin atau 1,1 persen.
Indeks berjangka S&P 500 kehilangan 1,1 persen. Begitu pula indeks berjangka Nasdaq 100 yang mencatat penurunan drastis sebesar 1,2 persen.
Serba-serbi Perundingan Iran-AS yang Berakhir Tanpa Kesepakatan
Perundingan damai antara AS dan Iran berakhir pada dini hari Minggu berakhir buntu tanpa kesepakatan, memicu kehawatiran ketika gencatan senjata dua minggu nanti berakhir
VIVA.co.id
13 April 2026

2 weeks ago
15



























