Butuh Waktu Enam Bulan Bersihkan Selat Hormuz dari Ranjau Iran

2 hours ago 1

Kamis, 23 April 2026 - 17:58 WIB

VIVA – Sebuah laporan yang dikeluarkan Departemen Pertahanan AS atau Pentagon menilai butuh waktu enam bulan untuk sepenuhnya membersihkan Selat Hormuz dari ranjau yang ditanam Iran, yang dapat membuat harga minyak tetap tinggi, demikian dilaporkan Washington Post pada Rabu, 22 April 2026.

Perkiraan tersebut, yang disampaikan dalam pengarahan rahasia kepada Kongres, menunjukkan bahwa upaya untuk membuka kembali jalur pelayaran utama tersebut kemungkinan akan tertunda hingga pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran berakhir. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pejabat mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Iran mungkin telah memasang setidaknya 20 ranjau di dalam dan sekitar selat, beberapa di antaranya menggunakan sistem yang dilengkapi GPS yang membuatnya lebih sulit dideteksi.

Bahkan jika perang berakhir dan blokade dicabut, dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membersihkan jalur air tersebut dari ranjau, menurut penilaian Pentagon, demikian dilaporkan Washington Post, mengutip pejabat yang dekat dengan diskusi tersebut.

Jangka waktu tersebut dapat memperpanjang gangguan terhadap pasar energi global, dengan laporan tersebut mencatat bahwa harga minyak dan bensin mungkin tetap tinggi selama berbulan-bulan, berpotensi hingga periode pemilihan paruh waktu AS.

Italia dan Jerman telah mempersiapkan kapalnya untuk kemungkinan pengerahan dalam rangka misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Kepala Staf Angkatan Laut Italia Laksamana Giuseppe Berutti Bergotto mengatakan Italia akan mengerahkan empat kapal ke Selat Hormuz, dua kapal penyapu ranjau, satu unit pengawal, dan satu unit pendukung logistik.

"Totalnya akan ada empat kapal," kata Berutti Bergotto kepada saluran Rai1 Italia, dengan menambahkan memungkinkan Italia memperpanjang periode tugasnya di selat tersebut.  

Ia menambahkan bahwa sejumlah negara lain, termasuk Prancis, Inggris, Belanda, Jerman dan Belgia, juga akan mengerahkan kapal penyapu ranjau mereka ke Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran hampir sepenuhnya memblokir jalur air vital tersebut sejak dimulainya perang dengan AS dan Israel, yang secara tajam mendorong kenaikan harga minyak dan gas serta mengganggu perekonomian global.

Selat tersebut – yang dilalui seperlima minyak dan gas dunia pada masa damai – sebagian besar tetap tertutup selama gencatan senjata yang rapuh, dengan AS memberlakukan blokade sendiri. 

Halaman Selanjutnya

Pentagon secara terbuka membantah laporan tersebut, menyebut klaim tersebut "tidak akurat," tetapi tidak memberikan jangka waktu alternatif.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |