Jakarta, VIVA – Memilah sampah dari rumah mungkin terdengar sepele, bahkan sering dianggap merepotkan. Padahal, kebiasaan kecil ini justru menjadi kunci penting dalam mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks di kota besar seperti Jakarta.
Di tengah gaya hidup urban yang serba cepat, banyak orang masih mencampur sampah tanpa berpikir panjang. Akibatnya, proses pengolahan jadi lebih sulit, dan peluang untuk mendaur ulang atau memanfaatkan kembali material bernilai ikut berkurang. Di sinilah pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya: rumah tangga. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kesadaran ini coba diangkat lewat berbagai pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Salah satunya terlihat dalam kampanye publik bertema “Pilah Sampah dari Rumah” yang hadir di ruang terbuka seperti Car Free Day Jakarta. Dengan konsep santai dan interaktif, edukasi soal sampah dikemas lewat talkshow ringan, parade, hingga booth yang mengajak pengunjung belajar langsung.
Di sana, masyarakat bisa mengenal cara sederhana memilah sampah, mulai dari organik dan anorganik, hingga melihat langsung bagaimana sampah organik bisa diolah menggunakan maggot, atau bagaimana plastik didaur ulang. Ada juga pengenalan peran Bank Sampah sebagai bagian dari sistem pengelolaan berbasis komunitas.
Menariknya, pendekatan seperti ini terbukti lebih mudah diterima. Banyak pengunjung yang awalnya merasa memilah sampah itu rumit, justru berubah pikiran setelah mendapatkan penjelasan langsung.
“Awalnya saya pikir pilah sampah itu ribet dan menyita waktu, tapi setelah dijelasin langsung di booth, ternyata bisa dimulai dari hal sederhana di rumah. Saya semakin yakin kita sebagai masyarakat bisa disiplin memilah sampah dari rumah selama diniatkan dengan baik,” ujar salah satu pengunjung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari sisi penggerak lingkungan, perubahan perilaku memang tidak bisa hanya mengandalkan sistem besar di belakang layar. Peran individu tetap jadi fondasi utama.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada sistem di hilir. Perubahan harus dimulai dari hulu, yaitu dari rumah tangga dan kebiasaan sehari-hari masyarakat," ujar Amrullah Rosadi, Managing Director Divers Clean Action, dalam keterangannya, dikutip Senin 4 Mei 2026.
Halaman Selanjutnya
Hal serupa juga ditekankan oleh Johny Noya dari Wahana Visi Indonesia, yang mengingatkan bahwa aturan soal pemilahan sampah sebenarnya sudah ada, namun implementasinya kembali ke kesadaran masing-masing individu.

1 week ago
10











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)