China Bantah Pasok Senjata, Sebut Laporan Intelijen AS Fitnah Tak Berdasar

6 hours ago 3

Selasa, 14 April 2026 - 22:38 WIB

VIVA – China menepis laporan intelijen Amerika Serikat telah memasok senjata ke Iran, dengan mengatakan klaim tersebut "sepenuhnya dibuat-buat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun pada hari Selasa.

Komentarnya muncul setelah laporan menunjukkan China telah menyediakan peralatan militer ke Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

CNN melaporkan pada Jumat malam bahwa intelijen AS mengindikasikan Beijing sedang bersiap untuk mengirimkan sistem pertahanan udara baru ke Iran dalam beberapa minggu ke depan.

Guo mengatakan China secara konsisten mengadopsi pendekatan yang bijaksana dan bertanggung jawab terhadap ekspor militer, dengan kontrol ketat berdasarkan hukum domestik dan kewajiban internasional.

"Kami menentang fitnah yang tidak berdasar atau asosiasi jahat," katanya pada konferensi pers.

Sebelumnya, Intelijen AS menuduh China tengah bersiap mengirimkan sistem pertahanan udara mereka kepada Iran, dan dianggap menjadi langkah provokatif, padahal Beijing mengatakan telah membantu menginisiasi kesepakatan gencatan senjata. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Informasi intelijen tersebut juga menggarisbawahi kemungkinan Iran menggunakan gencatan senjata sebagai kesempatan untuk mengisi kembali sistem persenjataan mereka dengan bantuan mitra. 

AS juga mengendus Beijing mengirimkan senjatanya melalui negara ketiga untuk menyamarkan asal sebenarnya.  

Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Iran Ebrahim Raisi.

Rusia dan China Kalahkan AS

Amerika Serikat (AS) tertinggal dari Rusia dan China dalam pengembangan drone militer atau pesawat tempur nirawak bertenaga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)

img_title

VIVA.co.id

14 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |