China Ingin Tuntaskan 'Pertikaian' dengan AS saat Trump Kunjungi Beijing

1 day ago 4

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:20 WIB

VIVA – Pemerintah China menyatakan siap bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam mengelola perbedaan kedua negara saat pertemuan Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump pada Rabu, 13 Mei 2026. China siap memperluas kerja sama dan menyelesaikan perbedaan dengan AS untuk menghadirkan stabilitas dan kepastian yang lebih besar bagi dunia.

"China siap bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memperluas kerja sama dan mengelola perbedaan dalam semangat kesetaraan, penghormatan, dan saling menguntungkan, serta memberikan lebih banyak stabilitas dan kepastian bagi dunia yang sedang berubah dan bergejolak," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin, 11 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah isu akan dibahas kedua pemimpin adi kuasa tersebut, termasuk hubungan bilateral serta isu perdamaian dan pembangunan dunia dalam kunjungan kenegaraan Trump ke China pekan ini.

"Presiden China Xi Jinping akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan Presiden AS Donald Trump mengenai isu penting terkait hubungan China dan AS, serta perdamaian dan pembangunan dunia," ujar Guo Jiakun

Kementerian Luar Negeri China mengumumkan Presiden AS Donald Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 13-15 Mei 2026 atas undangan Presiden Xi Jinping. Hal tersebut akan menjadi pertemuan perdana keduanya setelah pertemuan 30 Oktober 2025 di Busan pada sela-sela KTT APEC.

"Ini akan menjadi kunjungan pertama seorang presiden AS ke China dalam hampir sembilan tahun. Presiden Xi akan bertukar pandangan secara mendalam dengan Presiden Trump mengenai isu-isu besar yang berkaitan dengan hubungan China-AS serta perdamaian dan pembangunan dunia," ungkap Guo Jiakun.

Guo Jiakun menyebut diplomasi kepala negara memainkan peran yang tak tergantikan dalam memberikan arahan strategis bagi hubungan China-AS. Namun dia tidak menjelaskan hal lain mengenai rincian pembicaraan kedua kepala negara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump terakhir kali berkunjung ke China pada 2017, tapi Xi dan Trump sudah beberapa kali melakukan panggilan telepon sebelum pertemuan akhir pekan nanti.

Gedung Putih pada Minggu, menyatakan agenda utama pertemuan kedua pemimpin itu mencakup isu ekonomi dan keamanan dengan prinsip "resiprositas dan keadilan" guna meningkatkan kesejahteraan rakyat Amerika.

Halaman Selanjutnya

Seorang pejabat senior AS menegaskan tidak ada perubahan kebijakan Washington terhadap Taiwan, pulau berpemerintahan sendiri yang diklaim China sebagai wilayahnya, serta tidak mengantisipasi adanya perubahan di masa depan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |