Rabu, 6 Mei 2026 - 18:05 WIB
VIVA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menekankan bahwa meskipun Iran siap membela diri terhadap segala bentuk ancaman, Iran tetap serius dan teguh dalam mengejar diplomasi, seperti dilaporkan kantor berita Iran IRNA.
Hal tersebut disampaikan Araghchi saat memimpin delegasi diplomatik tingkat tinggi Iran bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi di Beijing pada hari Rabu, 6 Mei 2026. Keduanya bertemu untuk membahas kerja sama strategis dan stabilitas regional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menanggapi ketegangan regional, Araghchi mengutuk agresi AS dan Israel selama konflik 40 hari terakhir, memuji sikap berprinsip Beijing terhadap pelanggaran Piagam PBB.
Ia menyatakan harapan bahwa kepresidenan Tiongkok di Dewan Keamanan PBB yang akan datang akan mengekang pelanggaran hukum internasional. Araghchi juga memberi pengarahan kepada mitranya dari Tiongkok tentang upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang dipaksakan, termasuk negosiasi yang dimediasi Pakistan antara Iran dan Amerika Serikat.
Kedua diplomat tinggi tersebut juga meninjau Kemitraan Strategis Komprehensif Iran-Tiongkok, dengan fokus pada hubungan ekonomi dan perdagangan. Ia menyatakan keyakinan bahwa kemitraan bilateral akan semakin kuat di bawah kondisi global saat ini.
Araghchi menggambarkan China sebagai teman dekat dan mitra strategis, menekankan komitmen Teheran untuk meningkatkan hubungan berdasarkan kepercayaan timbal balik.
China Tegaskan Dukungan ke Iran
Sementara itu, Menteri Luar Negeri China memuji pendekatan bertanggung jawab Iran dan upayanya menuju de-eskalasi.
Ia menegaskan kembali dukungan teguh China terhadap integritas teritorial dan keamanan nasional Iran, menyatakan bahwa Beijing menentang penggunaan kekerasan dan perang ilegal yang telah menyebabkan kerusakan regional yang meluas.
"China mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan nasional dan keamanannya serta menghargai kesediaan Iran untuk mencari solusi politik melalui jalur diplomatik," kata Wang Yi kepada Menlu Araghchi dalam pertemuan di Beijing.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wang lebih lanjut menyoroti rencana empat poin Presiden Xi Jinping sebagai peta jalan untuk perdamaian segera dan abadi.
Wang menambahkan bahwa penghentian permusuhan sepenuhnya sangat penting, sementara memulai kembali konflik tidak dapat diterima, dan melanjutkan negosiasi menjadi sangat penting, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China.
Halaman Selanjutnya
Pertemuan di Beijing berlangsung di tengah ketegangan di Selat Hormuz, yang saat ini secara efektif terblokir oleh militer AS maupun Iran, dan telah memengaruhi pasokan energi global.

1 week ago
10











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)