Minggu, 3 Mei 2026 - 23:20 WIB
Jakarta, VIVA – Iran memberikan tenggat waktu selama satu bulan kepada Amerika Serikat (AS) untuk negosiasi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Selain itu, Iran juga mendesak AS mengakhiri blokade maritim serta menghentikan perang di Iran dan Lebanon untuk selamanya. Demikian dilaporkan oleh Axios, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iran telah menyampaikan proposal berisi 14 poin yang direvisi kepada Amerika Serikat pada Kamis, 30 April 2026.
Dua sumber yang mendapat informasi terkait dokumen tersebut mengatakan proposal dari Iran menetapkan lini masa ketat selama sebulan untuk mencapai kesepakatan, yang mencakup akses maritim, pengakhiran blokade laut, dan gencatan senjata berkelanjutan.
"Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan hal jahat, tapi sekarang kami akan lihat. Hal itu bisa terjadi, tentu saja," kata Presiden AS Donald Trump, Sabtu, 2 Mei 2026, saat menjawab soal kemungkinan adanya serangan baru terhadap Iran.
Proposal itu memproyeksikan tahap pembicaraan selanjutnya akan berlangsung hanya jika kesepakatan awal telah tercapai, dengan fokus negosiasi pada isu program nuklir untuk tambahan satu bulan ke depan, menurut sumber-sumber tersebut.
Meskipun sebelumnya mengaku tak puas dengan proposal Iran, Trump, menjelang penerbangannya ke Miami pada Sabtu, berjanji akan mengkajinya selama mengudara.
"Mereka telah menyampaikan kepada saya tentang konsep kesepakatannya. Mereka akan menyampaikan pernyataan persisnya saat ini," kata Trump.
Namun, Trump kemudian bernada keras di media sosial Truth Social ketika ia menuding Iran belum membayar harga cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada kemanusiaan dan kepada dunia dalam 47 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, dalam pernyataan yang sama kepada awak media, Trump menyebut blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai langkah yang sangat bersahabat dan tidak bertentangan dengan klaimnya bahwa permusuhan telah berakhir. (Ant)
Sumber: Anadolu
Terjebak! Iran Kasih Opsi ke AS: Operasi Militer Mustahil atau Kesepakatan Buruk
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan Presiden AS Donald Trump terjebak dalam dua kondisi yaitu memilih operasi militer mustahil atau kesepakatan buruk.
VIVA.co.id
3 Mei 2026

1 week ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)