Jakarta, VIVA – Kondisi pasar tenaga kerja menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kesehatan ekonomi suatu negara. Tingkat pengangguran yang rendah umumnya mencerminkan stabilitas ekonomi, sementara angka yang tinggi dapat menjadi sinyal adanya ketidakseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan jumlah angkatan kerja.
Di kawasan Asia Timur dan Pasifik, tren terbaru menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Berdasarkan data Bank Dunia, tingkat pengangguran rata-rata di kawasan ini berada di kisaran 3,8 persen pada 2025, menjadikannya salah satu wilayah dengan tingkat pengangguran terendah secara global.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, terdapat sejumlah negara dan teritori yang mencatat angka jauh di atas rata-rata, sehingga menjadi perhatian tersendiri. Perbedaan tingkat pengangguran ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari struktur ekonomi, ketergantungan pada sektor tertentu, hingga dinamika global seperti perubahan harga komoditas dan gangguan rantai pasok.
Wilayah kecil dan ekonomi yang kurang terdiversifikasi cenderung lebih rentan terhadap fluktuasi tersebut. Melansir dari World Visualized, berikut daftar negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di Asia Timur dan Pasifik berdasarkan persentase dari total angkatan kerja:
1. Polinesia Prancis, 11,7 persen
2. Kaledonia Baru, 11,2 persen
3. Guam, 5,6 persen
4. Fiji, 5,3 persen
5. Brunei Darussalam, 5,3 persen
6. Mongolia, 5,2 persen
7. New Zealand, 5,1 persen
8. Vanuatu, 5,1 persen
9. Samoa, 5,0 persen
10. China, 4,6 persen
11. Australia, 4,1 persen
12. Malaysia, 3,8 persen
13. Korea Utara 3,5 persen
14. Indonesia, 3,2 persen
15. Myanmar, 3,0 persen
Dari daftar tersebut, Polinesia Prancis dan Kaledonia Baru menempati posisi teratas dengan angka pengangguran yang mencapai lebih dari 11 persen. Angka ini hampir tiga kali lipat dari rata-rata kawasan, sehingga menjadikannya sebagai outlier yang cukup mencolok.
Sementara itu, sejumlah negara seperti Guam, Fiji, Brunei Darussalam, dan Mongolia berada dalam kelompok menengah dengan tingkat pengangguran di kisaran 5 persen. Negara-negara ini masih berada di atas rata-rata regional, namun tidak setinggi dua wilayah teratas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, negara dengan ekonomi besar dan lebih terdiversifikasi seperti China, Australia, dan Malaysia menunjukkan tingkat pengangguran yang lebih stabil dan cenderung mendekati atau bahkan di bawah rata-rata kawasan.
Menariknya, Indonesia termasuk dalam kelompok negara dengan tingkat pengangguran relatif rendah di kawasan ini, yakni sekitar 3,2 persen. Meski, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia berapa di angka 4,6–4,8 persen.
BPS: Jumlah Pengangguran di Jakarta Turun Jadi 334 Ribu Orang
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah pengangguran di Jakarta sebanyak 334 ribu orang pada Februari 2026, atau menurun dari sebelumnya 338 ribu orang.
VIVA.co.id
5 Mei 2026

1 week ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)