Dari Balik Jeruji ke Layar Lebar: Erick Estrada Sulap Napi Jadi Aktor Film

1 week ago 9

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:58 WIB

Surakarta, VIVA – Aktor sekaligus komedian Erick Estrada membuka babak baru dalam kariernya di industri film. Bukan lagi di depan layar, kali ini ia menjajal peran sebagai sutradara lewat film pendek bertajuk Napi: Pesan Dari Dalam, yang mengangkat kisah kehidupan warga binaan di Rutan Surakarta.

Menariknya, proyek ini tak sekadar produksi film biasa. Seluruh pemain dalam film tersebut merupakan warga binaan yang menjalani pembinaan di rutan. Erick menggarap proyek ini bersama Kepala Rutan Surakarta Bhanad Shofa, Ki Agung Bakar Setiyoko, serta Andi Jaff sebagai Director of Photography (DOP). Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Film ini mencoba menghadirkan sudut pandang berbeda tentang kehidupan di balik jeruji besi. Bagi Erick, rutan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan yang memberi kesempatan kedua.

"Di sini seluruh pemerannya adalah warga binaan Rutan Surakarta yang dibimbing langsung oleh seniman lokal dari Kota Surakarta. Dalam film diperlihatkan berbagai pelatihan keterampilan di rutan, seperti membatik, perbengkelan, hingga meracik kopi," ujarnya saat dihubungi, Rabu 6 Mei 2026. 

Pengalaman menyutradarai para napi menjadi hal yang tak terlupakan bagi Erick. Ia mengaku terkejut melihat keseriusan mereka dalam mendalami dunia akting, bahkan melihat potensi besar yang selama ini tersembunyi.

"Saya melihat ada peluang yang luar biasa ketika seorang napi yang mempunyai keresahan terkurung, bosen, itu ketika diberi kebebasan dalam arti kebebasan berkarya seperti berakting itu akan sangat luar biasa. Di sini saya sekaligus kasih pelatihan public speaking, terus caranya menjadi influencer gimana, agar ketika mereka bebas nanti gak malu untuk mendaftar pekerjaan karena background napi, sanksi sosial, cari SKCK susah," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lewat film ini, Erick juga membawa misi sosial yang kuat. Ia ingin mengubah stigma terhadap mantan narapidana sekaligus mendorong mereka untuk bangkit setelah bebas nanti.

"Intinya pesan dari dalam yang aku ambil dari keresahanku adalah mantan napi ketika keluar dari rutan atau lapas harus menciptakan lapangan pekerjaan. Dari warga binaan bisa mandiri secara ekonomi, peluang itu nyata," katanya.

Halaman Selanjutnya

Napi: Pesan Dari Dalam bukan hanya menjadi karya sinematik, tetapi juga potret harapan—bahwa di balik keterbatasan, selalu ada ruang untuk tumbuh, belajar, dan memulai kembali.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |