Delegasi Iran Diteror Ancaman Serius, Ubah Jalur Pulang Secara Diam-Diam ke Teheran

6 days ago 8

Rabu, 15 April 2026 - 14:00 WIB

VIVA –Pasca perundingan gencatan senjata dengan Amerika Serikat di Islamabad Sabtu pekan lalu, delegasi Iran dilaporkan menghadapi ancaman keamanan serius saat perjalanan kembali ke Tehran.

Analis politik Iran, Mohammad Marandi mengatakan, dalam situasi yang penuh kewaspadaan rombongan delegasi Iran yang terdiri dari Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf harus mengubah penerbangan mereka di tengah perjalanan dan memilih rute alternatif mencapai Tehran dengan bus dan kereta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marandi, yang merupakan profesor di Universitas Tehran diketahui ikut mendampingi delegasi Iran ke Islamabad. Ia menyebut bahwa delegasi merasa benar-benar terancam saat perjalanan pulang dari perundingan di Pakistan.

Ia menjelaskan bahwa ancaman keamanan sudah mereka rasakan sejak perjalanan menuju Islamabad untuk bertemu dengan pihak Amerika Serikat.

“Kami menerima ancaman langsung saat dalam perjalanan ke Islamabad bahwa pesawat kami bisa diserang. Karena itu, dalam perjalanan kembali ke Teheran, delegasi secara diam-diam berganti pesawat,” kata dia seperti dikutip dari laman NDTV, Rabu 15 April 2026.

Menurut Marandi, pesawat yang membawa delegasi Iran tiba-tiba mengalihkan rute dan melakukan pendaratan darurat di kota Mashhad, Iran. Dari sana, para anggota delegasi melanjutkan perjalanan ke Teheran menggunakan kereta, mobil, dan bus.

“Kami tidak percaya kepada Amerika Serikat, dan kami juga sedang sangat sibuk mempersiapkan diri untuk kemungkinan putaran perang berikutnya,” kata Marandi kepada Al-Mayadeen pada Selasa.

Ia menambahkan bahwa Iran selalu tahu Amerika Serikat tidak bisa dipercaya, serta menegaskan bahwa negaranya terus memperkuat kemampuan militer bahkan saat Iran sedang berada di meja perundingan.

Iran dan AS Bakal Berunding Lagi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, tim negosiasi dari Amerika Serikat dan Iran disebut-sebut berpeluang kembali ke Pakistan pada akhir pekan ini untuk melanjutkan pembicaraan guna mengakhiri konflik di Timur Tengah. Kabar ini dilaporkan oleh Reuters dengan mengutip pejabat Pakistan dan Iran.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat terkait rencana tersebut. Informasi ini disampaikan oleh pejabat Iran dan Pakistan yang berbicara dengan syarat anonim.

Halaman Selanjutnya

Seorang sumber yang terlibat dalam perundingan mengatakan bahwa proposal telah dikirim ke Washington dan Teheran agar kedua delegasi kembali ke Islamabad untuk melanjutkan diskusi. Tanggal pasti belum ditentukan, tetapi kedua pihak bisa saja kembali secepat akhir pekan ini.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |