Desak Made Jadi Penyelamat Indonesia di China, Satu-satunya yang Bawa Pulang Medali dari World Climbing Series 2026

3 days ago 5

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:41 WIB

VIVA –Atlet panjat tebing andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi sukses menyelamatkan muka Merah Putih setelah membawa pulang satu-satunya medali bagi kontingen Indonesia.

Desak Made memastikan podium usai merebut medali perunggu nomor speed individu putri dalam pertandingan yang berlangsung Minggu, 10 Mei 2026 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atlet asal Bali tersebut tampil solid saat menghadapi wakil Polandia, Natalia Kalucka, pada perebutan posisi ketiga.

Dalam duel cepat yang menegangkan, Desak mencatatkan waktu 6,17 detik. Catatan itu cukup untuk mengungguli Natalia yang membukukan 6,39 detik.

Keberhasilan tersebut terasa spesial karena Indonesia gagal menempatkan wakil lain di podium pada seri Wujiang kali ini. Desak pun menjadi satu-satunya atlet yang berhasil membawa pulang medali dari China.

Perjalanan Desak menuju podium tidak mudah. Setelah lolos dari babak kualifikasi, ia langsung menghadapi rekan senegaranya sendiri, Rajiah Sallsabillah, pada babak 16 besar.

Pertemuan sesama atlet Indonesia itu berlangsung sengit. Namun Desak tampil lebih konsisten dan menang dengan catatan waktu 6,36 detik, unggul atas Rajiah yang membukukan 6,53 detik.

Langkah Desak kemudian berlanjut ke babak perempat final. Kali ini ia menghadapi wakil Amerika Serikat, Isis Rothfork.

Pada fase tersebut, Desak kembali menunjukkan mental juara. Meski mencatatkan waktu 7,61 detik, ia tetap lolos karena lawannya mengalami fall dan gagal menyelesaikan lintasan.

Tantangan terberat datang di semifinal saat Desak berhadapan dengan atlet Polandia Aleksandra Kalucka. Duel berlangsung ketat sejak awal, tetapi Desak harus mengakui keunggulan lawannya.

Desak mencatatkan waktu 6,33 detik, sementara Aleksandra tampil lebih cepat dengan torehan 6,09 detik. Kekalahan itu membuat Desak gagal melaju ke final perebutan emas.

Sementara itu, Aleksandra Kalucka akhirnya keluar sebagai juara usai menaklukkan atlet netral individu, Elizaveta Ivanova, di partai final.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ivanova tampil dengan status AIN atau Individual Neutral Athlete. Status tersebut membuat atlet tidak mewakili negara tertentu dan bertanding tanpa atribut nasional seperti bendera maupun lagu kebangsaan. Mayoritas atlet AIN berasal dari Rusia dan Belarus.

Dalam ajang World Climbing Series Wujiang 2026, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim sembilan atlet nomor speed. Rinciannya terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri.

Kontingen Indonesia Finis Peringkat 11 di Asian Beach Games 2026

Panjat Tebing Jadi Andalan! Indonesia Finis ke-11 di Asian Beach Games 2026, Raih 1 Emas dan 2 Perak

Indonesia finis peringkat 11 Asian Beach Games 2026 dengan 1 emas dan 2 perak dari panjat tebing. Hasil ini jadi modal penting menuju Asian Games Nagoya.

img_title

VIVA.co.id

3 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |