Jakarta, VIVA – Produsen Produk Kesehatan Dexa Group menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah untuk mendukung kesehatan nasional. Hal tersebut salah satunya dilakukan menggelar Program Cek Kesehatan Gratis di berbagai kota.
Cek kesehatan gratis yang digelar perusahaan dimulai dan mendapatkan antusiasme tinggi dari warga Bogor dan sekitarnya akhir pekan lalu. Program kegiatan yang diikuti oleh 679 warga Bogor dan sekitarnya, merupakan bagian dari corporate social initiative Dharma Dexa yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat terhadap pentingnya kesadaran akan deteksi dini penyakit tidak menular melalui upaya preventif dan edukatif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hasil dari cek kesehatan gratis yang diikuti oleh ratusan warga menunjukkan bahwa 7 dari 10 atau 73,8% peserta berisiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol. Hasil pemeriksaan kesehatan ini menekankan pentingnya deteksi dini sebagai upaya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
“Tahun 2026 ini, program Cek Segitiga dimulai dari Bogor. Kami berharap partisipasi masyarakat terus meningkat agar program ini benar-benar memberikan kontribusi nyata dalam menyediakan layanan kesehatan gratis,” jelas Manager Dharma Dexa Bapak Mateus Ramidi dikutip dari keterangannya, Selasa, 14 April 2026.
Ia juga menekankan bahwa Dexa Group tidak hanya berfokus pada layanan preventif, tetapi juga memastikan akses terhadap pengobatan yang berkualitas.
“Dexa Medica terus berkomitmen menyediakan obat generik berkualitas dengan jangkauan luas melalui 38 cabang di seluruh Indonesia. Kami percaya, ketersediaan obat yang merata menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” tambah Mateus.
Melalui program Cek Segitiga, Dexa Group berharap dapat terus memperluas jangkauan layanan kesehatan preventif sekaligus membangun budaya deteksi dini di tengah masyarakat. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan penyakit tidak menular yang masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tingginya angka risiko di Bogor tersebut menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang belum menyadari kondisi kesehatannya. Hal ini diperkuat dengan hasil skrining di lapangan yang menemukan:
* 54,2% memiliki kadar kolesterol di atas normal (>199 mg/dL),
* 42,1% terdeteksi tekanan darah tinggi,
* 10,3% memiliki kadar gula darah sewaktu di atas 200 mg/dL.
Halaman Selanjutnya
Menurut Dokter Umum RS Mulia Pajajaran dr. Ghivarel Adriensa, hasil ini sejalan dengan kondisi masyarakat saat ini yang semakin rentan terhadap gaya hidup kurang aktif. Ia juga menambahkan bahwa banyak peserta yang sebenarnya sudah berada pada kondisi cukup serius, namun tidak menyadarinya karena tidak merasakan gejala.

2 weeks ago
15
























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)

