Mengerikan, Brighton Datangkan Petarung MMA untuk Latih Duel Fisik

1 hour ago 3

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:48 WIB

VIVA – Brighton & Hove Albion  melakukan cara tak biasa untuk memperbaiki lini pertahanan. Klub Premier League ini sengaha mendatangkan petarung MMA ke sesi latihan demi meningkatkan kemampuan bertahan saat situasi bola mati.

Musim ini, set piece memang jadi senjata mematikan di Premier League. Banyak tim mengandalkan skema bola mati, termasuk Arsenal yang dikenal berbahaya lewat duel udara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah tren tersebut, Brighton yang tak punya banyak pemain bertubuh jangkung harus memutar otak. Tim berjuluk The Seagulls ini dikenal lebih mengandalkan permainan umpan pendek dan sepak bola menyerang, bukan duel fisik.

Menariknya, pendekatan unik itu justru membuahkan hasil. Brighton kini tercatat sebagai tim dengan pertahanan set piece terbaik di liga, hanya kebobolan lima gol dari situasi bola mati—mengungguli Arsenal hingga Brentford.

Salah satu pemain muda mereka, Jack Hinshelwood, mengungkap bahwa tim sempat berlatih bersama petarung MMA beberapa bulan lalu untuk meningkatkan kemampuan duel satu lawan satu dan man-marking.

Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, tak menampik hal tersebut. Ia menyebut langkah itu sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan taktik di Premier League.
“Kami mendatangkannya karena kami banyak membahas soal set piece, blocking, dan tren baru di Premier League,” ujar Hurzeler.

“Kami mencoba beradaptasi karena saya tidak ingin klub ini selalu dikenal sebagai tim yang ‘baik-baik saja’.”

Pendekatan lintas olahraga ini dianggap efektif. Hurzeler menilai teknik dalam MMA punya kesamaan dengan duel fisik di sepak bola, terutama saat situasi bola mati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dalam momen tertentu, Anda harus sangat kuat dalam duel individu. Ada berbagai cara menggunakan tubuh dan keterampilan untuk memenangkan duel satu lawan satu, terutama dalam set piece, dan petarung MMA selalu berada dalam situasi duel satu lawan satu.”

“Tugas mereka adalah menemukan cara untuk mengalahkan lawan, dan kami suka mengambil ide dari olahraga lain. Kami mendapatkan beberapa ide yang membantu kami sebagai tim. Sebagai klub, kami tidak pernah dikenal dominan dalam set piece, jadi kami harus menemukan cara untuk lebih inovatif.”

Halaman Selanjutnya

“Kami tidak ingin mudah dikalahkan saat menghadapi tim yang lebih tinggi. Mungkin kami tidak unggul secara fisik dalam hal tinggi badan, tapi selalu ada cara untuk bertahan dan menyerang dalam duel satu lawan satu. Itu sebabnya kami mencoba menggunakan teknik dari MMA juga.”

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |