VIVA – Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, menilai kinerja Holding Industri Pertambangan MIND ID sepanjang 2025 cukup solid.
Menurut Toto, kinerja tersebut mencerminkan kemampuan MIND ID dalam memperkuat integrasi bisnis dari sektor hulu hingga hilir. Ia menyebut, selain faktor internal, peningkatan harga komoditas global akibat situasi geopolitik juga memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan perusahaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kinerja ini menunjukkan kemampuan MIND ID dalam integrasi hulu ke hilir bisnis yang semakin baik, di luar windfall profit yang diperoleh karena harga komoditas yang meningkat akibat situasi geopolitik yang tidak stabil,” ujar Toto dalam keterangan tertulis, Jumat 24 April 2026.
Lebih lanjut, Toto menilai MIND ID memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah melalui diversifikasi produk. Ia menekankan pentingnya ekspansi ke sektor industri produk akhir, seperti baterai kendaraan listrik, yang dinilai memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan produk mentah.
Toto juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor agar produk hasil hilirisasi dapat terserap pasar secara optimal. Ia mencontohkan pengembangan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) oleh PTBA yang ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG.
“Sinergi dengan BUMN lain atau sektor swasta juga bisa ditingkatkan supaya produk akhir hilirisasi, misal gasifikasi batubara (dimethyl ether) bisa mendapatkan pangsa pasar yang cukup,” katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya penerapan prinsip good mining practice guna menjaga keberlanjutan bisnis. Pemanfaatan teknologi terbaru juga dinilai krusial untuk meningkatkan efisiensi biaya dan menjaga daya saing perusahaan ke depan.
Sebagai informasi, MIND ID mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025 dengan laba bersih mencapai Rp29 triliun atau sekitar 13% di atas target. Pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp159 triliun atau 4% melampaui target, sementara EBITDA mencapai Rp42 triliun atau naik 3% dari target yang ditetapkan. Capaian ini memperkuat posisi MIND ID sebagai salah satu holding industri strategis nasional.
Kinerja Kuartal I-2026 Kinclong, Bank Mandiri Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Tekanan global yang belum mereda akibat meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional, Bank Mandiri tetap mampu menunjukkan resiliensi bisnis
VIVA.co.id
23 April 2026

1 day ago
6



























