Dikritik Soal Kursi Pijat Rp 125 Juta, Gubernur Kaltim: 'Saya Nyetir Sendirian'

6 days ago 4

Minggu, 26 April 2026 - 00:10 WIB

VIVA –Gubernur Kalimatan Timur, Rudy Mas'ud kembali menuai kritik tajam dari masyarakat. Jika sebelumnya dia dikritik soal renovasi rumah dinas senilai Rp 25 miliar dan pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar.

Kali ini dirinya dikritik soal kursi pijat senilai Rp 125 juta. Ia menjelaskan bahwa selama menjalankan tugas, dirinya kerap mengemudikan mobil dinas sendiri dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Oleh karena itu, menurutnya, keberadaan kursi pijat memang dibutuhkan untuk menunjang kondisi fisiknya yang kelelahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kursi pijat ada, kursi pijat memang diberikan di situ. Kasian Gubernurnya jalan bawa mobil sendiri dengan perjalanannya ribuan kilo. Kami kalau jalan sebenarnya nggak pernah ke publish, matahari belum terbit kami jalan. Matahari sudah tenggelam, kami belum sampai. Bawa sendiri lagi mobilnya," kata dia dikutip dari saluran YouTube, Minggu 26 April 2026.

Lebih lanjut diungkap Rudy Mas'ud lantaran kondisinya seperti itu, pegawainya merasa kasihan melihatnya. 

"Mungkin jadi teman-teman itu mungkin kasihan dengan  kami. Kedua terkadang saya sendiri di rumah tak ada yang temani,," jelasnya.

Dia juga menegaskan bahwa fasilitas kursi pijat ini bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul. Dia menyebut bahwa anggaran kursi pijat ini masuk dalam perencanaan anggaran resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur periode anggaran 2024/2025.

"Itu adalah anggaran tahun 2024-2025," kata dia.

Dia juga berharap agar masyarakat bisa memahami kondisinya dan mendoakannya bukan justru melontarkan nyinyiran pedas kepadanya. 

"Nah ini supaya masayarakatnya ini masa pemimpinnya harusnya didoain bukan dibully. Gimana caranya? Nah ini tugas kawan-kawan wartawan inilah ya harusnya apapun sampaikanlah walaupun pahit sampaikan saja," jelas dia.

Aksi Demonstrasi Masyarakat Kaltim

Seperti diberitakan sebelumnya pada Senin 21 April lalu aksi demo besar-besaran terjadi di Kalimantan Timur terkait dengan penggelembungan belanja daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyusul dengan aksi demo tersebut, Rudy Mas'ud memberikan keterangan resminya. Dalam pernyataannya, ia tidak menyampaikan permintaan maaf, melainkan mengapresiasi aspirasi publik serta menyinggung soal arah masa depan atau 'takdir' Kalimantan Timur.

Rudy menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa, masyarakat, serta aparat keamanan yang dinilai telah menjaga situasi tetap kondusif hingga aksi berakhir. Ia juga menilai masukan dari publik sebagai bagian penting dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah.

Halaman Selanjutnya

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, serta TNI-Polri yang telah menjaga situasi keamanan hingga berakhirnya penyampaian aspirasi,” ujar Rudy di Samarinda, dikutip dari Antara, Sabtu, 25 April 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |