Dimas Seto Ubah Langkah Lari Menjadi Gerakan Kemanusiaan

1 day ago 8

Jumat, 24 April 2026 - 22:00 WIB

Bandung, VIVA – Bagi banyak orang, lari pagi hanyalah rutinitas menjaga kebugaran. Bagi Dimas Seto, olahraga sederhana itu adalah medium untuk membangun sesuatu yang jauh lebih besar. Itulah esensi dari Run For Humanity (RFH), ajang lari amal yang ia gagas dan pimpin dengan penuh semangat.

Pada tahun 2026, Run For Humanity resmi membuka rangkaian eventnya di Kota Bandung sebagai kota perdana. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Bandung dikenal sebagai kota dengan ekosistem komunitas yang kuat dan kreatif, dan bagi Dimas, itulah ladang subur untuk menanam benih gerakan yang lebih besar. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami melihat Bandung sebagai kota dengan energi komunitas yang luar biasa, khususnya komunitas lari yang sangat aktif. Menjadi kota perdana di tahun 2026 adalah langkah strategis untuk membangun gerakan Run For Humanity yang lebih besar," ujar Dimas Seto dalam keterangannya, dikutip Jumat 24 April 2026. 

Sebanyak 2.750 peserta memenuhi jalanan Kota Bandung dalam helatan perdana RFH 2026. Angka ini bukan sekadar statistik kehadiran. Bagi Dimas, setiap peserta adalah bagian dari rantai kebaikan yang ia rajut melalui event ini.

Dimas Seto membangun Run For Humanity dengan filosofi yang jelas: olahraga bisa menjadi medium untuk kepedulian sosial. Di tengah tren lari yang semakin digemari anak muda, ia melihat peluang untuk menyisipkan nilai-nilai kemanusiaan yang menggerakkan hati peserta melampaui finish line.

Antusiasme peserta yang meluap di Bandung menjadi bukti bahwa pendekatan Dimas berhasil menyentuh sesuatu yang lebih dalam. Bukan sekadar hasrat berlari, melainkan kebutuhan untuk berkontribusi pada sesuatu yang lebih bermakna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menjadikan Bandung sebagai titik awal bukan keputusan impulsif. Dimas memahami betul bahwa kota ini memiliki modal sosial yang luar biasa: komunitas lari yang aktif, budaya kreatif yang kuat, dan warga yang terbuka terhadap gerakan positif.

Dengan menjadikan Bandung sebagai batu loncatan, Dimas sedang membangun narasi besar, bahwa Run For Humanity adalah gerakan kolaboratif yang hidup dari satu kota ke kota berikutnya, membawa semangat dan dampak yang terus berkembang sepanjang 2026.

Dimas Seto, Rezky Aditya (kiri dan tengah).

Bukan Cuma Gaya-gayaan, Rezky Aditya dan Dimas Seto Ingin Padel Jadi Rutinitas Sehat

Rezky Aditya dan Dimas Seto menghadirkan ruang bermain, belajar, dan berkembang bagi komunitas padel di Indonesia, lewat lapangan berstandar internasional.

img_title

VIVA.co.id

13 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |