Donald Trump: Proposal Baru Iran Tak Bisa Diterima!

1 week ago 10

Senin, 4 Mei 2026 - 10:14 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengatakan telah mempelajari usulan baru Iran untuk menyelesaikan konflik antara AS dan Iran.

Meski begitu, Trump menegaskan proposal yang berisi usulan-usulan baru dari Iran itu tidak dapat diterima.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“(Proposal) itu tidak dapat saya terima. Saya telah mempelajarinya, saya sudah mempelajari semuanya — itu tidak dapat diterima,” kata Trump kepada penyiar Israel Kan, dilansir dari ANTARA, Senin, 4 Mei 2026.

Pemimpin AS itu menambahkan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Israel disebut berjalan dengan sangat baik.

Sebelumnya pada hari yang sama, Al Jazeera melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut, bahwa Iran telah mengajukan rencana tiga tahap kepada AS untuk mencapai perdamaian jangka panjang, yang mencakup penghentian pengayaan uranium hingga 15 tahun.

Tahap pertama dalam rencana tersebut mencakup penghentian total permusuhan antara AS dan Iran dalam waktu 30 hari, penerapan gencatan senjata di seluruh kawasan, serta kesepakatan non-agresi antara kedua negara yang juga melibatkan sekutu Iran di kawasan dan Israel.

Selain itu, direncanakan pembentukan mekanisme pemantauan internasional untuk mengawasi kemungkinan pelanggaran gencatan senjata.

Tahap kedua mencakup pembekuan kegiatan pengayaan uranium hingga 15 tahun, yang kemudian diikuti dengan pembatasan tingkat pengayaan hingga 3,6 persen sesuai dengan prinsip penyimpanan nol (zero storage).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahap ketiga, yang bersifat jangka panjang, mencakup dimulainya dialog strategis Iran dengan negara-negara Arab dan negara tetangga di kawasan guna membentuk sistem keamanan bersama. 

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA 

 Hindustan Times)

Trump Klaim Tes Kognitifnya Sempurna, Sindir Kecerdasan Obama Lulusan Harvard

Donald Trump mengklaim dengan percaya diri bahwa kemampuan kognitifnya kemungkinan masih lebih unggul dibanding mantan presiden Barack Obama yang lebih muda darinya

img_title

VIVA.co.id

4 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |