VIVA – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh isu yang memicu perdebatan antara dua nama besar dari dunia teknologi dan hiburan. Kali ini, sorotan tertuju pada dugaan “saling sindir” antara CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, dengan pihak pengembang game legendaris Rockstar Games yang dikenal lewat seri Grand Theft Auto.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Strauss Zelnick, CEO Take-Two Interactive melakukan sindiran balik kepada Elon Musk. Ia mempertanyakan ketakutan banyak pihak soal pengangguran massal akibat AI. Ia menggunakan sosok Elon Musk sebagai contoh paradoks.
"Jika AI memang ditujukan untuk menghilangkan pekerjaan, Elon Musk seharusnya menjadi orang nomor satu yang pekerjaannya diambil alih," ujar Zelnick, dikutip VIVA dari IGN Jum'at, 24 April 2026.
Sebelumnya, Elon Musk menyatakan bahwa teknologi AI generatif suatu hari nanti mampu menciptakan gim kompleks seperti GTA 6 hanya dalam waktu singkat.
Ia bahkan membayangkan sistem “text-to-game” yang bisa menghasilkan pengalaman bermain secara otomatis sesuai preferensi pemain, tanpa proses desain tradisional.
Meski begitu, Zelnick tetap menegaskan bahwa ia tidak melihat AI sebagai ancaman langsung bagi industri kreatif, khususnya pengembangan game. Menurutnya, AI lebih tepat diposisikan sebagai alat untuk membantu pekerjaan manusia, bukan menggantikannya sepenuhnya.
Ia menjelaskan bahwa teknologi ini bisa mengotomatisasi tugas-tugas repetitif, sehingga para kreator dapat lebih fokus pada aspek artistik dan pengembangan ide yang lebih kompleks. Dalam konteks industri game, hal ini dianggap bisa meningkatkan kualitas produksi, bukan mengurangi jumlah pekerja kreatif.
Pandangan ini sejalan dengan sikap Take-Two yang sebelumnya juga menyatakan bahwa mereka tidak menggunakan AI sebagai alasan untuk mengurangi tenaga kerja, melainkan untuk mendukung efisiensi internal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perdebatan ini kembali menyoroti isu besar: apakah AI akan menggantikan manusia, atau justru menjadi alat yang memperkuat kemampuan manusia.
Zelnick tampak berada di kubu kedua. Namun dengan menyebut nama Elon Musk secara langsung, ia berhasil memancing perhatian publik dan memperkuat narasi bahwa bahkan para pendukung teknologi pun masih berbeda pandangan soal sejauh mana AI bisa mengambil alih pekerjaan manusia.
AI Bikin Dunia Usaha Harus Beradaptasi Cepat, Transformasi Bisnis Otonom Didorong
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong dunia usaha untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga bertransformasi secara lebih strategis.
VIVA.co.id
24 April 2026

8 hours ago
1



























