Drone Super Canggih AS Seharga Rp4 Triliun Jatuh saat Mengintai Iran

2 days ago 3

Kamis, 16 April 2026 - 12:44 WIB

VIVA – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi bahwa pesawat pengintai tak berawak MQ-4C Triton hilang dan jatuh di wilayah Teluk Persia pada 9 April. Insiden itu secara resmi digambarkan sebagai "kecelakaan". 

Namun, minimnya penjelasan teknis memicu spekulasi luas bahwa drone mata-mata canggih bernilai hingga US$250 juta (sekitar Rp4,28 triliun) tersebut kemungkinan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kecurigaan muncul setelah Triton mendadak menghilang dari situs pelacakan penerbangan saat terbang di atas Teluk Persia. Sejumlah sumber pertahanan kemudian melaporkan bahwa pesawat tersebut kemungkinan besar menjadi sasaran rudal pertahanan udara Iran.

Drone MQ-4C tergolong aset yang jauh lebih langka dan mahal dibanding pesawat tempur F-15E Strike Eagle, drone MQ-9 Reaper, maupun berbagai drone lain yang sebelumnya pernah ditembak jatuh oleh pasukan Iran. 

Drone canggih AS MQ-4C Triton

Photo :

  • Flightradar24 / Northrop Grumman

Dalam daftar aset udara AS yang sangat mahal, hanya pesawat peringatan udara dini E-3 Sentry yang nilainya melampaui Triton, itu pun merupakan platform tua yang akan dipensiunkan, berbeda dengan Triton yang masih aktif diproduksi.

MQ-4C Triton merupakan turunan dari Global Hawk yang dikhususkan untuk pengawasan maritim jarak jauh. Drone ini memiliki jangkauan lebih dari 13.000 kilometer dan mampu terbang di ketinggian sekitar 50.000 kaki dalam durasi sangat lama.

Triton dilengkapi radar AN/ZPY-3 Multi-Function Active Sensor untuk pengawasan maritim 360 derajat, sensor elektro-optik/inframerah, serta sistem deteksi sinyal elektronik. 

Tautan data satelit waktu nyata menjadikannya simpul penting dalam jaringan pengawasan laut, udara, dan darat milik AS. Selama ini, Triton banyak diandalkan di teater Pasifik, meski ketahanannya di wilayah dengan pertahanan udara kuat kerap dipertanyakan.

Setiap unit MQ-4C diperkirakan bernilai US$235–250 juta (setara Rp4,28 triliun -- asumsi Rp17,139 per Dolar AS), dengan total operasional baru sekitar 20 unit karena biayanya yang sangat tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran 'Tumbangkan' Drone AS

Sebelum menghilang, data pelacakan menunjukkan MQ-4C Triton mengalami penurunan ketinggian drastis—dari sekitar 50.000 kaki turun ke bawah 10.000 kaki. Saat itu, drone dilaporkan sedang kembali ke Naval Air Station Sigonella di Italia usai menjalankan misi pengawasan di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Halaman Selanjutnya

Dalam fase penurunan tersebut, transponder drone memancarkan kode darurat. Awalnya kode 7400 (kehilangan komunikasi), lalu berubah menjadi 7700 yang menandakan keadaan darurat umum dalam penerbangan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |