Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya

11 hours ago 5

loading...

Gelombang tren robot humanoid (robot menyerupai manusia) tidak hanya mengubah lanskap teknologi masa depan, tetapi juga sedang menciptakan deretan miliarder baru dalam waktu singkat. Foto/Dok UBTech

JAKARTA - Gelombang tren robot humanoid (robot menyerupai manusia) tidak hanya mengubah lanskap teknologi masa depan, tetapi juga sedang menciptakan deretan miliarder baru dalam waktu singkat. Kisah paling fenomenal datang dari dua bersaudara asal China , Zuo Yuyu (56) dan Zuo Jing (61).

Hanya dalam waktu satu tahun terakhir, kekayaan mereka meroket tajam hingga masing-masing mengantongi USD1 miliar (sekitar Rp17,9 triliun dengan kurs Rp17.942). Keberhasilan ini diraih berkat keputusan nekat mereka belasan tahun lalu, bertaruh pada komponen kecil yang kini menjadi kunci dari hidupnya robot-robot canggih di dunia.

Memulai Tanpa Cetak Biru: Meruntuhkan Monopoli Raksasa Jepang

Kesuksesan duo Zuo bersaudara ini tidak didapat secara instan. Lewat perusahaan mereka yang melantai di bursa saham Shanghai, Leaderdrive (Leader Harmonious Drive Systems), mereka kini menjadi penguasa pasar komponen robot terbesar di Negeri Tirai Bambu -julukan China-.

Leaderdrive berspesialisasi dalam membuat harmonic reducer, alias sendi mekanis robot. Komponen inilah yang memungkinkan robot bergerak luwes layaknya manusia. Baca Juga: Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!

Sang adik, Zuo Yuyu yang merupakan lulusan Fisika dari Nanjing University, mengenang betapa berdarah-darahnya masa awal pengembangan produk pada tahun 2003. Saat itu teknologi sendi robot dikuasai penuh oleh perusahaan-perusahaan Jepang.

"Teknologi intinya digenggam erat oleh perusahaan Jepang. Kami tidak punya cetak biru (blueprint) sama sekali, yang ada hanyalah proses uji coba (trial and error) yang tiada henti," ungkap Yuyu.

"Jika ada rahasia di balik kesuksesan kami, itu adalah kemampuan untuk bertahan dan keikhlasan untuk menginvestasikan waktu," paparnya.

Setelah hampir 8 tahun gagal dan mencoba kembali, produk pertama mereka baru resmi diluncurkan pada tahun 2011. Pada tahun 2014, sang kakak, Zuo Jing, yang awalnya bekerja mapan di kantor pajak pemerintah, memutuskan mundur demi bergabung dan membesarkan bisnis adiknya.

Jadi Rebutan Elon Musk hingga Nvidia, Laba Melesat

Keputusan bertahan itu kini terbayar kontan. Ketika dunia memasuki demam robot humanoid pada pertengahan 2020-an, saham Leaderdrive langsung terbang 40% dalam satu tahun terakhir karena permintaan yang meledak.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |