Jakarta, VIVA – Harga perak cetak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah. Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk, secara blak-blakan memperingatkan dampak serius kenaikan harga logam mulia ini terhadap sektor manufaktur dan industri teknologi.
Harga perak melampaui level US$80 atau Rp 1,34 juta (estimasi kurs Rp 16.770 per dolar AS) per ons pada Senin, 29 Desember 2025. Angka ini melonjak signifikan dari posisi US$56 di awal bulan Desember 2025 bahkan jauh di atas harga awal 2025 yang masih berada di kisaran US$29 per ons.
Kenaikan ini terjadi seiring reli logam mulia. Emas yang juga mendorong emas dan platinum mencetak rekor baru.
Elon Musk menyampaikan kekhawatirannya atas lonjakan harga perak melalui akun media sosial X. Ia menyoroti peran vital perak dalam berbagai proses industri modern.
Source : Zoom Bangla News
“Ini (lonjakan harga perak) tkabar baik. Perak dibutuhkan dalam banyak proses industri,” tulis Musk, dikutip dari The Guardian pada Senin, 29 Desember 2025.
Peringatan dari Musk muncul di tengah rencana Tiongkok sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok logam akan memberlakukan pembatasan ekspor perak mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini memicu ketakutan akan kelangkaan pasokan, terutama di tengah permintaan yang terus meningkat.
Analis menilai lonjakan harga perak tidak lepas dari ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS (The Fed) pada tahun 2026. Prospek suku bunga yang lebih rendah mendorong investor memburu aset keras seperti logam mulia sebagai pelindung nilai dari inflasi dan pelemahan mata uang.
Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik global turut mengerek permintaan terhadap aset lindung nilai (safe haven). Kombinasi faktor makroekonomi dan gangguan pasokan menciptakan tekanan besar pada pasar perak.
Perak memiliki peran krusial dalam berbagai sektor strategis, mulai dari elektrifikasi, panel surya, kendaraan listrik, hingga pusat data. Permintaan dari sektor-sektor ini terus meningkat seiring transisi energi dan digitalisasi global, yang pada akhirnya menggerus persediaan perak dunia.
Jenis logam mulia ini berfungsi sebagai bahan industri serta sebagai aset moneter dan penyimpan nilai, mirip dengan emas. Peran ganda inilah yang membuat tekanan permintaan semakin kuat.
Halaman Selanjutnya
Analis pasar, Tony Sycamore melalui akun Instagram pribadinya menambahkan faktor paling dominan yang mendorong harga perak saat ini adalah ketidakseimbangan struktural antara pasokan dan permintaan. Ia juga menyoroti gelembung yang sedang terjadi karena semakin banyak modal yang masuk sehingga masuk dalam fase ekstrem.

4 weeks ago
9















