GMKI Tegaskan Pengalaman Perdamaian Tak Boleh Disalahpahami

1 week ago 3

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:41 WIB

Jakarta, VIVA – Sekretaris Forum Senior GMKI, Rouli Rajagukguk menilai laporan yang dilayangkan kepada Wapres Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla justru dengan sengaja menggeser dari hal yang diskursus substantif menjadi konstruksi opini yang berpotensi menjadi konflik kepentingan di lapangan.

"Pertama, tuduhan yang dibangun tidak berangkat dari pemahaman utuh atas isi ceramah, melainkan dari potongan pernyataan yang dilepaskan dari konteks. Praktik semacam ini bukan sekadar keliru, tetapi berpotensi membentuk persepsi publik yang tidak berdasar," kata dia dalam keterangannya, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rouli mengatakan bahwa analisis atas realitas konflik sosial di Indonesia, bukan pernyataan teologis, apalagi penilaian terhadap ajaran agama tertentu. Ia menilai mengubah analisis konflik menjadi isu penistaan adalah bentuk distorsi yang serius.

"Ketiga, saya mempertanyakan motif di balik upaya mendorong isu ini ke ranah pidana. Ketika ruang akademik dan diskursus publik dipaksa masuk ke logika kriminalisasi, yang terancam bukan hanya satu tokoh, tetapi kualitas demokrasi kita secara keseluruhan," katanya.

Selanjutnya, Rouli menyayangkan jika isu keagamaan digunakan sebagai alat untuk membangun tekanan opini atau kepentingan jangka pendek. Pendekatan semacam ini, lanjut dia, berisiko memperkeruh hubungan sosial yang selama ini dijaga dengan susah payah.

"Kelima, Bapak Jusuf Kalla adalah tokoh yang terlibat langsung dalam penyelesaian konflik di berbagai wilayah Indonesia. Pernyataan yang disampaikan lahir dari pengalaman konkret di lapangan. Mengabaikan konteks ini dan justru membangun tuduhan sepihak menunjukkan ketidakseriusan dalam memahami persoalan," katanya.

Maka itu, Rouli mengajak publik untuk bersikap jernih dan positif terhadap narasi yang berkembang, serta tidak mudah terpengaruh oleh potongan informasi yang tidak utuh. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan perbedaan pandangan seharusnya dijawab dengan argumen, bukan dengan pelabelan atau kriminalisasi. Terlebih, lanjut dia, memotong bagian-bagian video yang menyesatkan, dan menyebarkan secara liar diruang publik dengan narasi-narasi yang memprovokasi dibalut oleh ajaran agama tertentu.

"Justru, kita semua harusnya berterima kasih kepada Bapak Jusuf Kalla yang mampu menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi di beberapa Wilayah Indonesia, sehingga Bangsa Indonesia sampai saat ini tidak terpecah belah," katanya.

Halaman Selanjutnya

Rouli menambahkan bahwa upaya menggiring isu ini ke arah konflik yang lebih luas harus dihentikan. Indonesia tidak membutuhkan polemik yang dibangun di atas kesalahpahaman, tetapi dialog yang jernih dan bertanggung jawab. Serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |