Jakarta, VIVA – Harga emas produk PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dibanderol seharga Rp 2.805.000 per gram pada perdagangan hari ini. Harga itu tidak berubah dibanding perdagangan kemarin.
Dikutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, Jumat, 24 April 2026. harga pembelian kembali atau buyback emas ditetapkan menjadi seharga Rp2.610.000 per gram. Harga emas Antam sewaktu-waktu bisa berubah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Adapun harga emas berdasarkan ukuran, yakni lima gram dijual Rp 13.800 juta, 10 gram Rp 27.545 juta, 25 gram Rp 68,737 juta dan 50 gram Rp 137.395 juta. Kemudian, emas 100 gram dibanderol Rp 274.712 juta, 250 gram Rp 686.515 juta dan emas 500 gram Rp 1.372.820 juta.
Selanjutnya, untuk ukuran emas terkecil dan terbesar yang dijual Antam pada hari ini, yaitu 0,5 gram dibanderol Rp 1,452 juta dan 1.000 gram senilai Rp 2,745,6 miliar.
Untuk diketahui, harga penjualan emas batangan Antam ini belum termasuk pajak. Sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017, transaksi harga jual dikenakan potongan pajak.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai.
Ilustrasi Investasi Emas
Photo :
- Ilustrasi Investasi Emas
Emas global
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, harga emas global bervarasi pada perdagangan pagi ini. Penurunan harga minyak mental memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi di tengah perundicngan perdamaian AS-Iran yang terhenti saat ini.
Dilansir dari The Economic Times, harga emas di pasar spot internasional naik 0,1 persen menjadi US$4.697 per ons. Sementara itu kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni Turun 0,2 persen menjadi US$4.712,5 per ons.
Harga Bitcoin Menguat dekati US$79.500, Indodax sebut Investasi Aset Kripto Terjaga di Tengah Dinamika Pasar Global
Pergerakan Bitcoin tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen risiko global, tetapi juga oleh kekuatan permintaan, khususnya dari investor institusional dalam jangka panjang.
VIVA.co.id
24 April 2026

8 hours ago
6



























