Heboh! Pameran Dokumen Epstein Dibuka, Jutaan File dan Hubungannya dengan Trump Dipajang

1 day ago 4

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:00 WIB

VIVA –Jika pameran umumnya menampilkan hal-hal unik atau menarik mata, namun tidak dengan pameran yang digelar oleh kelompok advokasi transparansi di Amerika Serikat. Pameran sementara yang digelar di New York itu hanya menampilkan satu jenis dokumen yakni cetakan seluruh berkas yang dirilis Departemen Kehakiman terkait Jeffrey Epstein.

Pameran itu digelar di sebuah perpusatakaan yang diberi nama The Donald J Trump and Jeffrey Epstein Memorial Reading Room.  Di sana, seluruh dokumen yang dirilis melalui Epstein Files Transparency Act itu dibuat menjadi 3.437 volume. Total dokumen yang dipamerkan itu mencapai sekitar 3,5 juta halaman dan disusun rapi di rak-rak. S

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kebenaran sulit untuk disangkal ketika semuanya dicetak dan dijilid sehingga bisa dilihat langsung,” demikian bunyi pernyataan di situs Institute of Primary Facts, organisasi nirlaba berbasis di Washington yang berada di balik pameran tersebut dikutip dari laman CNA News, Selasa 12 Mei 2026.

Bagi mereka yang ingin melihat dokume tersebut, harus melakukan pendaftaran secara online sebelum mendatangi perpusatakaan tersebut di kawasan Tribeca New York.

Dijelaskan juga bahwa lantaran kesalahan Departemen Kehakiman AS yang tak menyamarkan beberapa nama korban dalam dokumen tersebut, publik umum tidak diizinkan membaca seluruh isi berkas. Hanya mereka yang berprofesi tertentu seperti jurnalis dan pengacara saja yang mendapat akses tersebut.

Tak hanya itu saja, pameran tersebut juga menampilkan hubungan lama presiden AS, Donald Trum dan Esptein.  Trump dan Epstein diketahui berteman selama puluhan tahun sebelum hubungan mereka dikabarkan retak pada 2004 akibat sengketa bisnis properti.

Setelah itu, Trump disebut menjauh dan mengecam mantan sekutunya tersebut. Meski namanya beberapa kali muncul dalam dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files, Trump terus membantah melakukan kesalahan apa pun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami adalah organisasi pro-demokrasi yang bertujuan mengedukasi publik lewat museum pop-up dan pengalaman langsung seperti ini agar masyarakat memahami korupsi di Amerika Serikat serta ancaman terhadap demokrasi,” kata salah satu kreator proyek tersebut, David Garrett, kepada AFP.

Garrett mengatakan dirinya yakin perlu ada kemarahan publik yang nyata terkait cara pemerintahan Trump menangani perilisan dokumen tersebut. Banyak pihak menuduh pejabat Departemen Kehakiman berupaya menutupi hubungan Trump dengan Epstein.

Halaman Selanjutnya

“Apa yang kami coba lakukan di sini adalah menciptakan, atau membantu menciptakan, desakan publik agar ada pertanggungjawaban yang nyata,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |