IBCSD dan Pemprov Jawa Barat Dorong Dunia Usaha Kurangi Sisa Pangan sebagai Strategi Bisnis

8 hours ago 1

loading...

IBCSD dan Pemprov Jawa Barat gelar kegiatan bertajuk Pelatihan Pengurangan Susut dan Sisa Pangan serta Penyelamatan Pangan Berlebih. Foto/IBCSD

BANDUNG - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mendorong sektor hotel, restoran, kafe (HOREKA), ritel, dan bakery menjadikan pengurangan susut dan sisa pangan sebagai strategi bisnis.

Upaya itu ditempuh melalui kegiatan bertajuk "Pelatihan Pengurangan Susut dan Sisa Pangan serta Penyelamatan Pangan Berlebih". Pelatihan ini sebagai tindak lanjut dari kerja sama IBCSD dan Pemprov Jawa Barat yang dimulai awal tahun ini untuk mendukung pembangunan rendah karbon, ekonomi sirkular, serta ketahanan pangan di Jawa Barat.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Minta Pemprov Jabar Antisipasi Kekeringan Ekstrem

Kegiatan tersebut bagian dari inisiatif GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di Tahun 2030), yang merupakan salah satu program IBCSD.

Direktur Eksekutif IBCSD, Indah Budiani, mengatakan bahwa pengurangan sisa pangan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga strategi bisnis yang mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

"Setiap makanan yang dibeli tetapi akhirnya tidak terjual atau tidak dikonsumsi bukan hanya kehilangan bahan pangan. Di dalamnya terdapat biaya pembelian bahan baku, tenaga kerja, energi, air, penyimpanan, transportasi, hingga biaya pembuangan. Karena itu, mengurangi sisa pangan berarti meningkatkan efisiensi bisnis sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya, Senin (3/8/2026).

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat melalui Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, sisa makanan masih menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah di Jawa Barat dengan porsi mencapai 39,02 persen dari total sampah yang dihasilkan.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya pencegahan sejak sumbernya, termasuk di sektor HOREKA, ritel, dan bakery yang memiliki peran penting dalam rantai pasok pangan.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |