LNG Kian Strategis Jaga Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional

4 hours ago 1

loading...

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) sekaligus PLH Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT PLN (Persero) menilai meningkatnya ketidakpastian geopolitik global semakin menegaskan pentingnya ketahanan energi nasional, dengan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) diproyeksikan memainkan peran strategis dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung transisi energi. Seiring meningkatnya kebutuhan listrik nasional, PLN memperkuat pasokan LNG melalui kontrak jangka panjang dan pembangunan infrastruktur pendukung.

"Permintaan listrik Indonesia akan terus meningkat. Karena itu kita membutuhkan pasokan energi yang aman, andal, dan fleksibel. Dalam konteks tersebut, gas tidak hanya berperan sebagai energi transisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan nasional," kata Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) sekaligus Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto dalam The 5th IndoPACIFIC LNG Summit 2026 di Bali dikutip melalui keterangan tertulis, Senin (3/6/2026).

Baca Juga: Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang

Rakhmad mengatakan kebutuhan gas alam diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya konsumsi listrik yang didorong ekspansi sektor industri, elektrifikasi transportasi, berkembangnya kawasan ekonomi baru, serta meningkatnya kebutuhan pusat data (data center). Dalam lima tahun mendatang, pusat data diperkirakan membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 15 gigawatt.

Ia menjelaskan kebutuhan energi primer nasional diproyeksikan tumbuh sekitar 2% per tahun, sementara permintaan listrik meningkat lebih tinggi, yakni 4,6-5,4% per tahun. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan pasokan gas dan LNG yang semakin andal untuk menjaga fleksibilitas sistem kelistrikan sekaligus mendukung peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, produksi listrik nasional diperkirakan meningkat dari 304,4 terawatt hour (TWh) menjadi 584,3 TWh. Pada periode yang sama, porsi pembangkit berbasis batu bara diproyeksikan turun menjadi sekitar 47%, sedangkan kontribusi EBT meningkat hingga 33%, sehingga LNG akan berperan sebagai energi penyeimbang (balancing fuel) untuk menjaga keandalan sistem saat pembangkit surya dan angin mengalami fluktuasi.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |