IHSG Anjlok 1,27 Persen di Sesi I, Ketegangan Geopolitik dan Rupiah Melemah Tekan Pasar RI

4 hours ago 1

Kamis, 23 April 2026 - 12:50 WIB

Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tersangkut di zona merah. IHSG anjlok 1,27 persen atau 95,64 poin ke level 7.445,96 pada sesi pertama perdagangan Kamis, 23 April 2026. 

IHSG langsung terkoreksi sejak awal perdagangan ke posisi 7.521 hingga tersungkur ke area 4.329 sebagai titik terendah intraday sesi perdagangan hari ini. Indeks terpantau bangkit (rebound) ke level 7.457 lalu turun tipis jelang penutupan sesi I. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 11,55 triliun dengan volume transaksi harian sebesar Rp 30,47 miliar. Aktivitas perdagangan yang dilakukan investor terpantau ramai, yakni sebanyak 1,84 juta transaksi. 

Sektor transportasi menjadi satu-satunya yang menguat sebesar 2,77 persen. Sementara itu, sektor industri mengalami koreksi paling tajam sebesar 2,42 persen. 

Penurunan signifikan juga melanda sektor bahan baku sebesar 1,96 persen dan sektor konsumer siklikal sebesar 1,77 persen. 

Ilustrasi IHSG

Photo :

  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Analis Phintraco Sekuritas mengatakan, penurunan IHSG terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Khususnya pasca eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.

"Sentimen negatif ini turut diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai kisaran Rp 17,305 per dolar AS," ungkap Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis, 23 April 2026.

Secara teknikal, IHSG telah menembus support dinamis di level 7.500. Hal in diikuti oleh penyempitan histogram positif MACD serta Stochastic RSI yang mulai bergerak turun dari area overbought. 

"Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji level support berikutnya di 7.425 pada sesi kedua perdagangan hari ini," demikian proyeksi Analis Phintraco Sekuritas. 

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melaporkan emiten-emiten sukses membukukan lompatan harga tertinggi di jajaran saham unggulan. Berikut tiga saham top gainers di LQ45. 

Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Saham JPFA melesat 3,85 persen atau 100 poin menjadi 2.700.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)

Saham BBTN meningkat sebesar 3,53 persen atau 50 poin ke level 1.465.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Saham MEDC menyusul kenaikan sebesar 2,85 persen atau 45 poin ke posisi 1.745

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Rupiah Melemah ke 17.245 di Tengah Tekanan Jatuh Tempo Utang Terbesar Pemerintah Rp 833,96 Triliun

Hingga pukul 09.03 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.245 per dolar AS. Posisi itu melemah 64 poin atau 0,37 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.181 per dolar AS

img_title

VIVA.co.id

23 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |