IHSG Anjlok Akibat Tekanan Jual, Berakhir di Level 7.106

4 days ago 3

Senin, 27 April 2026 - 17:03 WIB

Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi setelah berhasil pulih pada sesi pertama. IHSG anjlok 0,32 persen atau 22,97 poin ke level 7.106,52 pada penutupan perdagangan Senin, 26 April 2026. 

Berdasarkan pantauan VIVA di aplikasi Stockbit, IHSG langsung rontok saat awal sesi pertama ke level 7.161 meski sempat rebound ke kisaran 7.172. Setelah itu, indeks bergerak relatif menurun hingga akhir perdagangan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 16,57 triliun sementara volume transaksi harian senilai Rp 331,72 juta. Jumlah aktivitas perdagangan yang dilakukan investor tercatat sebanyak 2,21 juta transaksi. 

Menariknya, hanya dua sektor saham yang mengalami penurunan saat IHSG terjun cukup dalam. Sektor energi amblas 1,21 persen dan sektor industri anjlok 1,15 persen sedangkan sektor keuangan ditutup stagnan.

Ilustrasi IHSG.

Photo :

  • VIVA/Muhamad Solihin

Sektor bahan baku membukukan kenaikan tertinggi sebesar 1,48 persen lalu sektor konsumer non-siklikal menguat 0,53 persen dan sektor teknologi melonjak 0,44 persen. Hasil positif juga dicatatkan sektor infrastruuktur naik 0,33 persen, sektor properti dan siklikal naik 0,30 persen, sektor transportasi naik 0,31 persen, serta sektor kesehatan naik 0,15 persen. 

"Setelah mengalami tekanan jual pada akhir pekan lalu, IHSG sempat bergerak di teritori positif hampir di sepanjang perdagangan, namun kemudian IHSG melemah menjelang penutupan," ujar Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Senin, 27 April 2026.

Secara teknikal, Analis Phintraco Sekuritas menilai MACD IHSG sudah membentuk Death Cross. Sementara itu, Stochastic RSI berada di area pivot menuju arah oversold. 

Pergerakan indeks domestik berbali dengan mayoritas indeks di bursa Asia juga bergerak menguat pada perdagangan Senin, 27 April 2026. Investor mengabaikan tidak terjadinya perundingan diplomatik antara AS-Iran pada akhir pekan lalu dan harga minyak mentah yang masih berada di level tinggi. 

Meskipun masih dibayangi ketidakpastian, Iran telah menawarkan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Iran juga menyarankan agar pembicaraan mengenai nuklir ditunda. 

Adapun tiga emiten membukukan lonjakan harga tertinggi (top gainers) di jajaran saham unggulan sebagai berikut:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Saham AMMN melesat 8,00 persen atau 400 poin dan ditutup pada level 5.400.

Halaman Selanjutnya

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |