VIVA – Seorang perempuan muda asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan di China. Kisah pilu korban viral di media sosial setelah video dirinya menangis sambil meminta pertolongan agar dipulangkan ke Indonesia beredar luas.
Korban diketahui bernama Kusnia (21), warga Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Dalam video yang viral, Kusnia tampak menangis histeris dan mengaku mengalami penderitaan selama berada di China setelah menikah dengan pria warga negara setempat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelum berangkat ke China, Kusnia dijanjikan kehidupan layak, kesejahteraan ekonomi, serta mahar dalam jumlah besar. Namun sesampainya di negeri tersebut, janji manis itu disebut tidak pernah terwujud. Korban justru mengaku kerap mendapat perlakuan kasar dari suami sirinya. Bahkan, Kusnia disebut mengalami tekanan hingga kekerasan saat menolak melayani keinginan suaminya.
Dalam rekaman video yang beredar, Kusnia juga memohon bantuan kepada Gubernur Dedi Mulyadi agar dirinya dapat segera dipulangkan ke Indonesia.
Orang tua korban, Darkem (53), menjelaskan, anaknya diduga menjadi korban perdagangan orang dengan modus pengantin pesanan. Ia mengaku awalnya Kusnia ditawari bekerja di restoran sebelum akhirnya diarahkan untuk menikah dengan pria asal China.
"Katanya nanti dapat mahar besar, hidup enak, enggak perlu kerja. Tapi kenyataannya bohong semua," ujar Darkem.
Menurut Darkem, seluruh proses keberangkatan hingga dokumen keberangkatan diduga diurus oleh agen. Bahkan ia mengaku tanda tangannya dipalsukan dalam sejumlah surat persetujuan. "Semua agen yang bikin. Surat persetujuan itu tanda tangan bukan saya. Saya enggak pernah tanda tangan," katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Setelah tiba di China, Kusnia tidak diperbolehkan bekerja maupun keluar rumah. Paspornya juga ditahan oleh pihak keluarga suami. Korban bahkan disebut sering mendapat kekerasan fisik apabila menolak melayani suaminya. "Kalau enggak mau melayani ditendang, ditabok. Sekarang katanya makan cuma pakai roti sehari," tutur Darkem dengan nada sedih.
Keluarga berharap pemerintah Indonesia dapat segera membantu memulangkan Kusnia ke tanah air agar bisa kembali berkumpul bersama keluarganya di Indramayu.
Halaman Selanjutnya
Laporan: Opi Riharjo/tvOne Indramayu

22 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)