Imunoterapi adalah Terobosan Modern yang Bantu Sistem Imun Lawan Kanker

19 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Imunoterapi menjadi salah satu terobosan penting dalam dunia onkologi modern. Terapi ini bekerja dengan memanfaatkan sekaligus meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan sel kanker.

Konsultan Senior Ahli Onkologi Medis Parkway Cancer Center, Tanuja Rajasekaran, menjelaskan, imunoterapi merupakan pendekatan pengobatan kanker yang berbeda dari terapi konvensional.

"Imunoterapi adalah onkologi modern yang membantu mengenali kanker untuk meningkatkan sistem kekebalan alami tubuh," ujarnya dalam diskusi media 'Pergeseran Demografi Kanker di Indonesia: Kanker Paru pada Usia Produktif' di Jakarta pada Kamis, 26 Februari 2026.

Cara Kerja Imunoterapi

Berbeda dengan kemoterapi yang langsung menyerang sel kanker dan berisiko memengaruhi sel sehat, imunoterapi berfokus pada mengaktifkan kembali sistem imun pasien.

Dalam kondisi normal, tubuh sebenarnya memiliki kemampuan memperbaiki mutasi sel atau menghancurkan sel abnormal. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan sistem imun ini dapat menurun.

"Semakin kita bertambah umur, sistem imunitas juga menurun. Inilah yang menyebabkan angka kejadian kanker cenderung meningkat pada kelompok usia lanjut," tambahnya.

Imunoterapi bekerja dengan membuat sistem imun lebih peka terhadap keberadaan sel kanker, sehingga tubuh dapat melawan penyakit secara lebih terarah.

Risiko dan Efek Samping Imunoterapi

Meski dinilai lebih spesifik, imunoterapi tetap memiliki potensi efek samping. Tanuja, mengatakan, sekitar 10 persen pasien dapat mengalami reaksi tertentu.

Efek samping ini terjadi karena sistem imun yang diaktifkan tidak hanya menyerang sel kanker, tapi dalam beberapa kasus juga dapat memengaruhi sel sehat.

Beberapa efek samping yang umum dilaporkan antara lain kelelahan, gatal-gatal, diare, mual, muntah, hingga gangguan hormon tiroid.

Reaksi tersebut dikenal sebagai immune-related adverse events. Persentasenya relatif kecil, tetapi tetap menjadi perhatian dalam pemantauan terapi.

"Secara umum, imunoterapi tidak memiliki risiko yang besar, tetapi tetap perlu diwaspadai," katanya.

Bagaimana prosedurnya? Imunoterapi biasanya diberikan melalui infus, yakni obat dialirkan langsung ke pembuluh darah dalam jangka waktu tertentu sesuai protokol medis.

Pemberian dilakukan dengan dosis dan jadwal yang sudah ditentukan, serta dipantau ketat oleh tim dokter untuk memastikan efektivitas sekaligus meminimalkan risiko efek samping.

Imunoterapi Tidak Hanya untuk Kanker Paru-Paru

Penggunaan imunoterapi tidak terbatas pada satu jenis kanker. Terapi ini telah digunakan pada berbagai kasus.

"Termasuk kanker payudara dan beberapa jenis kanker lainnya," ujar Tanuja.

Dia, menambahkan, imunoterapi juga digunakan pada kanker yang berada di area dada dan perut.

Selain imunoterapi dan kemoterapi, tersedia pula terapi target (targeted therapy). Terapi ini diberikan dalam bentuk obat minum seperti pil atau kapsul yang dirancang untuk menargetkan mutasi spesifik pada sel kanker.

Pengobatan kanker juga dapat melibatkan radioterapi, termasuk teknologi radiasi modern seperti terapi proton maupun radioterapi sinar-X. Metode ini bertujuan membunuh sel kanker atau mengecilkan ukuran tumor.

Perkembangan berbagai pilihan terapi ini menunjukkan bahwa penanganan kanker kini semakin personal dan terarah. Namun, deteksi dini dan konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah utama dalam menentukan pengobatan yang paling tepat.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |