Industri Otomotif Mulai 'Bersih-bersih', Ratusan Pekerja IT Kena PHK

1 day ago 2

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:40 WIB

Jakarta, VIVA – General Motors atau GM kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah upaya efisiensi perusahaan. Kali ini, produsen otomotif asal Amerika Serikat itu memangkas ratusan karyawan di divisi teknologi informasi atau IT.

PHK mulai dilakukan pada Senin waktu setempat dan diperkirakan berdampak pada sekitar 500 hingga 600 pekerja. Mayoritas karyawan yang terkena PHK berasal dari Austin, Texas dan Warren, Michigan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah tersebut dilakukan GM setelah perusahaan mengevaluasi kembali kebutuhan tenaga kerja sekaligus memangkas biaya operasional.

GM mengonfirmasi adanya pengurangan karyawan tersebut. Namun, perusahaan tidak merinci jumlah pasti pekerja yang terdampak.

“GM sedang mentransformasi organisasi Teknologi Informasi untuk memposisikan perusahaan dengan lebih baik di masa depan,” kata GM dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip dari CNBC, Selasa, 12 Mei 2026.

”Sebagai bagian dari pekerjaan tersebut, kami telah membuat keputusan sulit untuk menghapus sejumlah posisi secara global. Kami berterima kasih atas kontribusi para karyawan yang terdampak dan berkomitmen mendukung mereka selama masa transisi ini,” lanjut perusahaan.

Berdasarkan data perusahaan, GM memiliki sekitar 68 ribu pekerja bergaji tetap di seluruh dunia hingga akhir tahun lalu. Dari jumlah itu, sekitar 47 ribu merupakan pekerja kantoran atau white collar di Amerika Serikat.

Meski memangkas ratusan pekerja IT, GM ternyata masih membuka perekrutan baru di sejumlah bidang teknologi.

Berdasarkan situs karier resmi perusahaan, GM saat ini memiliki sekitar 82 lowongan kerja di sektor IT. Posisi tersebut mencakup bidang kecerdasan buatan atau AI, motorsport, hingga kendaraan otonom.

Dalam beberapa tahun terakhir, GM memang rutin mengevaluasi kebutuhan tenaga kerja berdasarkan kondisi bisnis dan kebutuhan keterampilan baru.

Pada Oktober 2025 lalu, GM juga sempat memangkas lebih dari 200 insinyur Computer-Aided Design (CAD) karena kondisi bisnis perusahaan.

Gelombang PHK di sektor teknologi dan otomotif belakangan semakin sering terjadi seiring perusahaan berupaya menekan biaya dan mempercepat transformasi digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak perusahaan kini mulai mengalihkan investasi ke teknologi AI dan otomatisasi, sehingga kebutuhan terhadap sejumlah posisi kerja tradisional ikut berkurang.

Meski demikian, perusahaan tetap membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknologi baru untuk mendukung pengembangan AI, kendaraan listrik, dan sistem kendaraan tanpa pengemudi.

Ilustrasi kantor Amazon

Amazon Mulai Pangkas Pekerja di Singapura, Ratusan Karyawan Jadi Korban

Amazon memangkas sejumlah pekerjaan di Singapura seiring perubahan fokus bisnis dari layanan grocery lokal ke pengiriman produk internasional. Baca di sini

img_title

VIVA.co.id

12 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |