Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan insulin pada pasien diabetes masih sering disalahpahami. Tak sedikit yang merasa takut memulai terapi ini karena khawatir akan efek samping, termasuk anggapan bahwa insulin bisa merusak ginjal.
Padahal, menurut dokter spesialis penyakit dalam RSUD dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, dr Taufik Ramadhan Biya, SpPD Subsp EMD(K) FINASIM, insulin justru berperan penting dalam mengendalikan gula darah dan mencegah komplikasi.
"Kalau diabetes tipe satu memang wajib insulin, sedangkan tipe dua diberikan jika gula darah tidak terkontrol atau ada kondisi tertentu," ujar Taufik dikutip dari Antara.
Pada pasien diabetes tipe 1, penggunaan insulin bersifat mutlak. Hal ini karena tubuh sudah tidak mampu memproduksi insulin sama sekali, sehingga terapi insulin menjadi satu-satunya cara untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Sementara itu, pada diabetes tipe 2, insulin tidak selalu langsung diberikan. Terapi biasanya dimulai dengan perubahan gaya hidup dan obat oral. Namun, jika kadar gula darah tetap tinggi meski sudah menjalani pengobatan selama beberapa waktu, insulin menjadi pilihan yang diperlukan.
Secara medis, Taufik menjelaskan ada dua kategori indikasi penggunaan insulin, yaitu indikasi absolut dan indikasi relatif.
Indikasi absolut mencakup kondisi yang mengharuskan pasien segera menggunakan insulin, seperti diabetes tipe 1, ibu hamil dengan diabetes, serta pasien yang mengalami krisis hiperglikemia atau lonjakan gula darah sangat tinggi.
Sedangkan indikasi relatif diberikan pada kondisi tertentu, seperti kadar gula darah yang tidak terkontrol selama lebih dari tiga bulan meski sudah minum obat, pasien dengan infeksi berat, pasien yang akan menjalani operasi, serta mereka yang memiliki kadar HbA1c di atas 9 persen.
Menurut Taufik, penggunaan insulin bukan hanya untuk menurunkan gula darah, tetapi juga membantu mengurangi peradangan dan melindungi tubuh dari risiko komplikasi jangka panjang, seperti kerusakan saraf, mata, hingga ginjal.
Sayangnya, masih banyak pasien yang menunda terapi insulin karena ketakutan yang tidak berdasar. Salah satu mitos yang paling sering muncul adalah anggapan bahwa insulin dapat merusak ginjal.
"Yang merusak ginjal bukan insulin, tetapi gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol," tambah Taufik.
Oleh sebab itu, Taufik mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mengikuti anjuran dokter. Penggunaan insulin diberikan berdasarkan kondisi medis yang jelas dan bertujuan untuk menjaga kualitas hidup pasien tetap optimal.

13 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5568615/original/085776300_1777364793-bpom_kemendukbangga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568170/original/054622600_1777350836-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4942214/original/074291100_1726053484-Depositphotos_377040226_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568271/original/072983000_1777353652-Wakil_Menteri_Kesehatan__Dante.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5568317/original/090698400_1777354549-wihaji__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493580/original/057777400_1770259688-national-cancer-institute-L7en7Lb-Ovc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5300261/original/019488200_1753864827-d4084c9d-e0a0-417a-8906-35256861d11b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566307/original/067156600_1777173319-Daycare_Anak.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560016/original/072905200_1776655924-unnamed_-_2026-04-20T102721.311.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567568/original/063070300_1777288475-dokter_caroline_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567411/original/080787100_1777278555-WhatsApp_Image_2026-04-27_at_11.11.13_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5068462/original/098513000_1735277782-1735034891153_arti-mimpi-anak-sakit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314914/original/035024000_1755145236-i-yunmai-5jctAMjz21A-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351488/original/089250600_1758074937-6a04ead7-4a5f-4a41-bd4c-dbabc0ac5d74.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5566696/original/024786300_1777216936-Dokter_Spesialis_Anak_Konsultan_Neurologi_Anak_RSIA_Bunda_Jakarta__Dr._dr._Achmad_Rafli__Sp.A__Subsp._Neuro_K___FICNA_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562119/original/027173600_1776782758-IMG_20260421_093358_429.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030085/original/020123100_1732950268-ciri-ciri-terkena-demam-berdarah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5013589/original/069991600_1732075246-tips-sembuh-dari-gerd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2409204/original/076295400_1542271982-Kelly_Sikkema.jpg)



























