Investor Antusias Sambut Santa Claus Rally, Apa Itu?

4 weeks ago 9

Senin, 29 Desember 2025 - 18:20 WIB

Jakarta, VIVA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali beroperasi setelah libur panjang Natal 2025. Pada perdagangan perdana pasca liburan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan lonjakan seiring para investor menyambut momentum Santa Claus Rally pada pekan ini.

Dikutip dari Antara, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan Santa Claus Rally merupakan fenomena yang menunjukkan kecenderungan kenaikan harga saham yang terjadi menjelang akhir tahun hingga awal tahun baru. Secara historis, periode ini terjadi pada lima hari perdagangan tahun berjalan dan dua hari perdagangan tahun baru.

Mengutip dari Investopedia, istilah reli Santa Claus  diciptakan oleh pendiri Stock Trader's Almanac pada tahun 1972 untuk perkiraan kinerja pasar. Kenaikan berlanjutan terlihat sejak tahun 1950.

Selama periode perdagangan tujuh hari ini, indeks S&P 500 membukukan kenaikan rata-rata sebesar 1,3 persen. Contoh yang terkenal termasuk tahun 1999 ketika penurunan 4,0 persen selama periode reli Santa Claus ini.

Ilustrasi sedang investasi

Photo :

  • pexels.com/Anna Nekrashevich

Meskipun reli Santa Claus adalah fenomena positif, para investor yang memanfaatkan momentum ini memerlukan pertimbangan yang cermat. Investor juga diminta melihat pergerakan harga selama musim liburan dalam konteks tujuan investasi dan toleransi risiko mereka yang lebih luas.

Selain itu, Ratna mengatakan bahwa pelaku pasar juga mencermati sentimen lain dari dalam negeri. Pada pekan ini dijadwalkan dirilis data indeks manufacturing Purchasing Manager's Index (PMI) serta data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) periode bulan Desember 2025.

Dari global, investor fokus mencermati indikasi kebijakan moneter The Fed pada tahun 2026. Pelaku pasar berharap faktor positif dari Undang-Undang (UU) pajak Amerika Serikat (AS) yang ditandatangani pada bulan Juli 2025, serta pemangkasan suku bunga The Fed akan berlanjut pada tahun 2026.

IHSG menguat 7,80 poin atau 0,09 persen ke posisi 8.545,71 saat pembukaan pasar Senin, 29 Desember 2025. Sampai penutupan perdagangan, IHSG terus melesat ke level 8.644,26 berkat lonjakan pesat sebesar 1,25 persen atau 106,34 poin.

Ilustrasi Harga Perak

Harga Perak Makin Menggila! Cetak Rekor Baru Lampaui US$80 per Ons

Harga perak kembali cetak rekor tertinggi tembus level US$82 per ons. Reli kuat ini didukung pasokan ketat, permintaan industri, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.

img_title

VIVA.co.id

29 Desember 2025

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |