Iran Bersiap Rayakan 'Kemenangan Besar', Wapres Singgung Akhir Tekanan Barat

6 days ago 9

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:00 WIB

VIVA –Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref menyebut Iran akan segera merayakan kemenangan besar melawan musuh-musuhnya sekaligus mengakhiri tekanan bertahun-tahun dan pencabutan sanksi yang selama ini dijatuhkan kepada negara itu.

“Rakyat Iran adalah pemenang dalam Perang Ramadan. Kami akan segera menggelar perayaan kemenangan, dan sanksi serta tekanan yang selama beberapa tahun terakhir dikenakan kepada bangsa Iran akan dicabut melalui kemenangan besar rakyat Iran,” kata Aref saat mengunjungi Islamic Republic of Iran Shipping Group dikutip dari laman presstv.ir, Jumat 8 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perang Ramadan yang dimaksudkan oleh Aref merujuk pada agresi militer yang terjadi di Iran selama 40 hari sejak tanggal 28 Februari lalu ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran.

Pernyataan Aref soal kemenangan disampaikan dalam rangkaian kunjungannya ke sejumlah lembaga eksekutif, termasuk National Petrochemical Company, perusahaan pelayaran nasional Iran, dan Organisasi Pangan dan Obat-obatan. Dalam kunjungan itu, ia juga mengeluarkan perintah untuk membangun kembali industri-industri yang rusak akibat perang.

Saat bertemu pejabat National Petrochemical Company, Aref menegaskan pemerintah memiliki kepercayaan penuh terhadap kemampuan industri minyak Iran.

“Dengan berserah kepada Allah SWT dan mengandalkan kemampuan dalam negeri, tidak ada kekhawatiran terkait pembangunan kembali unit-unit yang rusak akibat perang paksa ketiga,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi upaya rekonstruksi kompleks petrokimia yang rusak.

“Laporan yang disampaikan direktur perusahaan menunjukkan proses pembangunan kembali berjalan baik dan mencerminkan upaya luar biasa para pelaku industri,” kata Aref.

Menurutnya, perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu fondasi utama pembangunan negara.

“Iran memiliki kapasitas besar di bidang sains dan teknologi, dan kita harus melanjutkan jalur pembangunan dengan mengandalkan kemampuan tersebut,” ujarnya.

Aref juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas unit-unit industri yang rusak selama proses rekonstruksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dalam proses pembangunan kembali, kita harus lebih mengandalkan teknologi dalam negeri. Meski kerja sama ilmiah dengan negara lain tetap berjalan, fokus utama harus pada kemampuan domestik,” katanya.

Selain itu, ia menyinggung pentingnya pertahanan pasif, yakni langkah untuk mengurangi kerentanan terhadap serangan militer tanpa terlibat dalam pertempuran langsung.

Halaman Selanjutnya

“Industri dan perusahaan harus menyiapkan berbagai skenario krisis sejak awal serta menentukan peran regional Iran secara jelas, terutama di antara negara-negara Islam,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |