Iran Desak UAE Tak Lagi Bersekongkol dengan AS dan Israel

1 week ago 9

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:27 WIB

VIVA – Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa mendesak Uni Emirat Arab agar menghentikan persekutuannya dengan pihak-pihak yang dianggap memusuhi Republik Islam. Teheran juga memperingatkan Abu Dhabi bahwa Iran berhak memberikan respons setimpal.

Dalam pernyataannya dilansir Fars, Kemlu Iran menilai Abu Dhabi telah mengizinkan wilayahnya digunakan secara luas untuk serangan yang menargetkan Teheran dalam gelombang terbaru serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian tersebut memperingatkan UEA agar tidak melanjutkan apa yang disebutnya sebagai "tindakan destruktif yang berkolusi dengan pihak-pihak bermusuhan". Selain dinilai berkontribusi terhadap agresi terhadap Iran, peran UEA sebagai tuan rumah pangkalan dan peralatan militer pihak lawan disebut berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi perdamaian dan stabilitas kawasan.

Iran menyebut, pada akhir Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan militer tanpa provokasi terhadap negaranya. Dalam gelombang serangan pertama itu, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei dilaporkan tewas. Serangan tersebut juga disebut menyebabkan ribuan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta sejumlah komandan dan pejabat militer.

Sebagai balasan, Iran mengaku meluncurkan rentetan serangan rudal dan drone ke wilayah yang diduduki Israel serta pangkalan militer AS di sejumlah negara kawasan. Teheran menegaskan bahwa serangannya hanya menyasar aset dan pangkalan Amerika, dan tidak bermaksud memicu konflik dengan negara-negara Arab.

Iran juga menuntut kompensasi dari lima negara Arab, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Yordania, yang dituding terlibat dalam operasi militer AS–Israel terhadap Iran.

Menurut Kemlu Iran, sejumlah alutsista militer AS seperti drone MQ-9 dan MQ-4C, pesawat patroli maritim P-8A, AWACS, pembom B-1, serta jet tempur F-22, F-15, F-16, dan F-35, disebut menggunakan wilayah negara-negara Arab Teluk Persia tersebut untuk menyerang Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian juga mengecam otoritas Emirat yang menuduh Iran menargetkan negara Arab itu. Teheran menegaskan bahwa setiap tindakan balasan Iran semata-mata diarahkan pada target yang dianggap bermusuhan di dalam wilayah Emirat.

Tuduhan tersebut dinilai tidak berdasar dan sejalan dengan narasi AS, serta disebut bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Halaman Selanjutnya

"Iran telah menunjukkan pengekangan maksimal, mengadopsi pendekatan yang bertanggung jawab demi menghormati kepentingan bersama kawasan dan komunitas Muslim," tegas pernyataan itu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |