Senin, 11 Mei 2026 - 15:40 WIB
VIVA –Wall Street Journal baru-baru ini melaporkan terkait balasan Iran terhadap proposal terbaru Amerika Serikat untuk mengakhiri perang. Dalam laporan itu, Iran disebut bersedia mengencerkan sebagian uranium yang telah diperkaya tingkat tinggi sementara sisanya dikirim ke negara ketiga.
Namun di satu sisi, proposal balasan yang dikirimkan Iran juga meminta jaminan bahwa uranium yang dipindahkan itu akan dikembalikan jika perundingan dengan AS gagal. Dalam proposal itu juga, diketahui Iran tetap menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Wall Street Journal, tanggapan Iran terdiri dari beberapa halaman dan berisi usulan penghentian perang serta pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap. Meski begitu, kedua pihak masih berbeda jauh terkait masa depan program nuklir Iran.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, menyebut laporan Wall Street Journal soal penanganan material nuklir itu tidak benar, meski tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Pernyataan tersebut lebih menyoroti keinginan Iran untuk segera mengakhiri perang, pencabutan sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran, penghentian blokade Amerika di Teluk Oman, dan pada akhirnya pengelolaan Selat Hormuz oleh Iran sendiri.
Konflik ini telah menewaskan ribuan orang di kawasan Timur Tengah dan membuat harga energi melonjak tajam.
Bahkan jika kedua pihak berhasil mencapai kesepakatan, mereka masih harus melakukan negosiasi lanjutan mengenai detail penanganan program nuklir Iran, yang hingga kini tetap menjadi hambatan utama.
Trump juga memperingatkan bahwa AS bisa mengambil langkah berbeda jika semuanya tidak segera disepakati dan dirampungkan. Pernyataan itu dianggap mengarah pada kemungkinan perluasan ’Project Freedom’, operasi singkat AS untuk mematahkan blokade maritim Iran dan mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Sebelum konflik pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur perairan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada Minggu, Trump mengatakan Iran sedang memainkan permainan dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain.
“Selama 47 tahun Iran terus mempermainkan kami, membuat kami menunggu, membunuh rakyat kami dengan bom pinggir jalan, menghancurkan aksi protes, dan baru-baru ini membantai 42 ribu demonstran tak bersenjata yang tidak bersalah, lalu menertawakan negara kita yang kini kembali hebat. Mereka tidak akan tertawa lagi,” tulis Trump di media sosial.
Halaman Selanjutnya
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga memperingatkan bahwa perang ini belum berakhir. Dalam wawancara dengan program 60 Minutes di CBS yang tayang Minggu, ia mengatakan masih banyak hal yang harus dilakukan untuk menghancurkan kemampuan nuklir Iran dan menghilangkan stok uranium yang diperkaya tingkat tinggi milik Teheran.

2 days ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)