Iran Protes Kuota Jemaah Hajinya Dipotong Gara-gara Sanksi AS

1 week ago 4

Senin, 4 Mei 2026 - 12:10 WIB

VIVA – Seorang pejabat urusan haji Iran menyatakan bahwa lebih dari 55.000 calon jemaah tahun ini belum dapat berangkat menunaikan ibadah haji karena pemotongan kuota, sebuah alasan yang dikaitkan dengan sanksi Amerika Serikat serta situasi keamanan kawasan.

Melansir kantor berita IRNA, Senin, 4 Mei 2026perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran dalam urusan haji, Seyyed Abdolfattah Navvab, mengatakan sebagian dari calon jemaah tersebut telah menunggu lebih dari 20 tahun, menyelesaikan pembayaran, dan memenuhi seluruh persyaratan administrasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Alireza Rashidian, menjelaskan bahwa berdasarkan perencanaan awal, Iran dijadwalkan memberangkatkan 86.700 jemaah. Namun, eskalasi konflik di kawasan dan hambatan transaksi keuangan internasional membuat jumlah itu turun menjadi 30.672 jemaah.

Iran mulai mengirim sekitar 30.000 jemaah haji ke Arab Saudi secara bertahap untuk menunaikan ibadah haji tahun ini setelah berkoordinasi dengan Riyadh, kata pihak berwenang Iran, dengan keberangkatan diperkirakan dimulai Senin, 27 April 2026.

Mengutip Akbar Rezaei, wakil urusan Haji dan Umrah di Organisasi Haji dan Ziarah Iran, IRNA mengatakan langkah ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan resmi yang diperlukan. 

Rezaei mengatakan pengaturan untuk musim ibadah haji merupakan hasil kesepakatan dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, bersama dengan kontrak dengan penyedia layanan khusus untuk memastikan perjalanan yang sepenuhnya terkelola dari keberangkatan hingga kepulangan. 

Ia mencatat bahwa struktur kelompok jemaah haji telah diorganisasi ulang, dengan 236 kelompok baru ditambahkan ke platform elektronik resmi. Persiapan lapangan telah dimulai di Mekkah, dengan misi Haji Iran berkoordinasi dengan otoritas Saudi, serta kedutaan dan konsulat Iran, untuk memastikan kelancaran prosedur dan layanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Persiapan lapangan telah dimulai di Mekkah, dengan misi Haji Iran berkoordinasi dengan otoritas Saudi, serta kedutaan dan konsulat Iran, untuk memastikan kelancaran prosedur dan layanan. 

Otoritas telah mengalokasikan 16 hotel di Madinah dan 24 di Mekkah untuk menampung jemaah haji, dengan standar penginapan yang lebih baik dan masa tinggal yang lebih lama di Madinah selama enam malam dan tujuh hari. Perawatan medis juga akan diberikan selama masa ibadah haji. 

Halaman Selanjutnya

Iran memberlakukan operasional penerbangan untuk jemaah haji Iran dari bandara Teheran, Mashhad, dan Zahedan. Hingga saat ini, lebih dari 9.500 jemaah Iran telah diangkut ke Arab Saudi melalui 43 penerbangan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |