Iran Tangkap Lagi Dua Kapal di Selat Hormuz, Ketegangan Energi Global Makin Membara

6 days ago 3

Sabtu, 25 April 2026 - 19:40 WIB

VIVA – Situasi di Selat Hormuz masih memanas. Iran melalui Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menahan dua kapal kargo asing yang diduga melanggar aturan pelayaran dan memiliki keterkaitan dengan Israel.

Insiden ini terjadi di tengah konflik yang belum sepenuuhnya mereda antara Iran dan Amerika Serikat yang berdampak ke jalue energi paling vital di dunia, yaitu Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News Agency, dua kapal yang diamankan adalah MSC Francesca dan Epaminondas. Keduanya diketahui beroperasi di bawah perusahaan pelayaran global Mediterranean Shipping Company.

Otoritas Iran menuding kapal-kapal itu beroperasi tanpa izin, mengganggu sistem navigasi, serta membahayakan lalu lintas laut. Bahkan, disebutkan bahwa kapal tersebut mencoba melintas tanpa terdeteksi sebelum akhirnya dicegat dan dikawal menuju perairan Iran.

Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia. Artinya, setiap gangguan di kawasan ini berpotensi langsung mengguncang pasar energi global.

Sejak awal Maret, Iran mengklaim telah mengontrol penuh lalu lintas kapal di selat tersebut. Setiap kapal yang melintas diwajibkan mengantongi izin dari otoritas setempat. Kebijakan ini menuai kekhawatiran, terutama dari negara-negara importir energi di Asia.

Dari Pembatasan ke Gelombang Penangkapan Kapal

Awalnya, Iran hanya memperketat pengawasan terhadap kapal dari negara yang dianggap sebagai musuh. Namun situasi berubah drastis setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran pada 13 April.

Sejak saat itu, kebijakan Teheran meningkat tajam, bukan hanya membatasi, tetapi juga mulai melakukan intersepsi langsung di laut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 22 April, Iran lebih dulu menangkap dua kapal kargo asing dan menembaki kapal lain yang mencoba keluar dari Selat Hormuz tanpa koordinasi.

Penangkapan terbaru terhadap MSC Francesca dan Epaminondas pun menjadi kelanjutan dari pola tersebut, menandakan bahwa Iran kini menjalankan operasi penertiban yang lebih agresif dan berulang di jalur energi global itu. Meski demikian, seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi selamat.

Halaman Selanjutnya

Langkah Iran disebut sebagai respons langsung atas tindakan militer Amerika Serikat yang lebih dulu menyita kapal kontainer Iran di Laut Arab. Washington menyebut langkah itu sebagai penegakan sanksi. Namun bagi Teheran, tindakan tersebut dianggap sebagai pembajakan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |