Kamis, 7 Mei 2026 - 13:32 WIB
VIVA – Ketua Parlemen Iran Mohammad-Baqer Ghalibaf menolak laporan baru-baru ini tentang dugaan kesepakatan yang akan segera terjadi antara Teheran dan Washington. Ia menggambarkan laporan kesepakatan yang dirilis media barat menyesatkan dan bagian dari narasi media palsu yang berulang yang berasal dari Amerika Serikat.
Dalam sebuah unggahan di X pada hari Kamis, Mohammad-Baqer Ghalibaf merujuk pada tuduhan yang diterbitkan oleh media yang berbasis di AS, Axios, mengenai kesepakatan tersebut, dan secara ironis menyebutnya sebagai "Operasi Kepalsuan"
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menyarankan bahwa peredaran laporan-laporan tersebut mencerminkan pola rutin dalam pemberitaan media AS, khususnya cerita-cerita yang dikaitkan dengan sumber-sumber anonim yang telah berulang kali ditolak oleh pejabat Iran sebagai klaim tidak berdasar dan kemudian terbukti selalu salah.
Ghalibaf mencatat bahwa operasi psikologis tersebut terjadi setelah operasi militer yang gagal, sehingga menunjukkan frustrasi yang tak kunjung reda dari niat permusuhan Presiden AS Donald Trump terhadap Republik Islam selama agresi terbaru Washington.
Terpisah, Juru Bicara Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei menegaskan laporan kesepakatan AS-Iran yang diterbitkan media AS, Axios, hanya sebagai daftar keinginan Amerika dan bukan kesepakatan yang nyata
"Teks Axios adalah daftar keinginan Amerika, bukan kenyataan." kata Rezaei dalam sebuah catatan yang mengulas laporan Axios.
Sebagian dari laporan Axios mengklaim bahwa sebagai ketidakseimbangan atas sanksi pencabutan, Iran akan menangguhkan pengayaan uranium selama 12 hingga 15 tahun dan mengirimkan uranium yang diperkaya 60% ke luar negeri. Menurut Rezaei, hal itu merupakan klaim palsu yang tak mungkin tercapai.
"Apa yang belum dicapai Amerika dalam negosiasi tatap muka, mereka tidak akan mencapainya dalam perang yang gagal."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia lebih lanjut menekankan bahwa Iran siap dan siap bertindak. "Jika mereka tidak menyerah, tidak memberikan konsesi yang diperlukan, atau jika mereka atau antek-antek mereka berusaha melakukan kejahatan, kami akan memberikan tanggapan yang keras dan menimbulkan penyesalan."
Media AS, termasuk Axios, melaporkan bahwa Iran dan AS sedang membahas penandatanganan nota kesepahaman (MOU) untuk mengakhiri perang. Dokumen satu halaman tersebut, yang terdiri dari total 14 poin, diharapkan mencakup penangguhan sementara pengayaan nuklir Iran, pencabutan sanksi AS terhadap Iran, dan rencana untuk pencabutan bertahap blokade Iran terhadap Selat Hormuz dan blokade balasan AS.
Halaman Selanjutnya
Atas laporan itu, Trump mengklaim sepihak bahwa Iran telah menyetujui akan melucuti senjata nuklir dalam proses negosiasi yang sedang berjalan. Menurut Trump, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan telah menyetujui posisi ini.

1 week ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)