IRGC Rilis Peta Baru Selat Hormuz di Bawah Kendali Mereka, Sinyal Perang dengan AS?

1 week ago 3

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:00 WIB

VIVA –Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis peta baru yang menunjukkan area di Selat Hormuz yang mereka klaim berada di bawah kendali angkatan laut mereka.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars, wilayah yang ditetapkan itu membentang dari ujung barat Pulau Qeshm di Iran menuju Umm Al Quwain di Uni Emirat Arab. Kemudian juga dari Kuh-e Mobarak di Iran hingga wilayah selatan Fujairah di UEA. Sejauh ini belum jelas sejauh mana perubahan wilayah kendali yang diklaim tersebut dibanding sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain melansir laman Xinhua, Selasa 5 Mei 2026, Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebi menegaskan bahwa dengan dirilisnya peta terbaru ini bukan berarti adanya perubahan dalam pengelolaan keseluruhan Selat Hormuz. Dia menyebut bahwa kapal-kapal komersial harus  mengikuti protokol pelayaran dari Angkatan Laut Garda Revolusi serta berkoordinasi dengan otoritas Iran di jalur yang telah ditentukan.

Mereka yang mengikut protokol yang telah ditetapkan akan diizinkan melintas wilayah tersebut denga naman. Demikian jug sebaliknya, jika ada kapal yang melanggar aturan mereka bisa dihentikan secara paksa.

Pengumuman ini muncul sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan membantu mengarahkan kapal-kapal yang terjebak di selat tersebut keluar dari wilayah terbatas pada hari Senin.

Pernyataan Trump itu juga mendapat respon dari komando militer tertinggi Iran, mereka memperingatkan bahwa setiap kekuatan asing terutama pasukan Amerika Serikat, akan menjadi sasaran jika mencoba masuk atau mendekati selat tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masih pada hari yang sama, dua rudal dilaporkan menghantam sebuah fregat Angkatan Laut AS di selat tersebut setelah kapal itu mengabaikan peringatan dari Iran, menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars. Kapal itu disebut berlayar di dekat pelabuhan Jask dan dianggap melanggar aturan keamanan maritim versi Iran. Akibat serangan tersebut, fregat itu tidak bisa melanjutkan pelayarannya dan akhirnya mundur dari area tersebut. Hingga kini, pejabat AS belum memberikan komentar.

Iran sendiri mulai memperketat kontrol di Selat Hormuz sejak 28 Februari, dengan membatasi akses bagi kapal-kapal yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah kedua negara tersebut melancarkan serangan bersama ke wilayah Iran. Amerika Serikat kemudian memberlakukan blokade tandingan setelah pembicaraan pascagencatan senjata antara kedua pihak di Islamabad pada 11 hingga 12 April tidak menghasilkan kesepakatan.

Ilustrasi kapal Diserang di Selat Hormuz

Selat Hormuz Membara! Iran Serang Kapal dan Pelabuhan Minyak UEA, Misi Trump Justru Picu Eskalasi Baru

Iran serang kapal dan pelabuhan minyak UEA di Selat Hormuz usai misi militer AS. Ketegangan memanas, harga minyak melonjak, jalur energi dunia terancam.

img_title

VIVA.co.id

5 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |