Senin, 11 Mei 2026 - 18:40 WIB
VIVA –Panglima Militer Israel menyebut militer negaranya sangat membutuhkan tambahan personel secapat mungkin di tengah perang yang terus berlangsung saat ini. Hal ini disampaikan panglima militer Israel dalam rapat tertutup dengan komiter parlemen Israel, Knesset Minggu 10 Mei waktu setempat.
”Saya tidak mengurusi proses politik atau legislasi. Saya sedang menghadapi perang di banyak front. Untuk terus melakukan itu, kami membutuhkan lebih banyak pasukan secepatnya,” kata Panglima militer Israel Letjen Eyal Zamir dikutip dari laman presstv.ir, Senin 11 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan itu muncul setelah Israel baru saja terlibat dalam eskalasi konflik terbaru dengan Iran yang dinilai sangat menguras sumber daya militernya. Selain itu, Israel juga masih terus melancarkan serangan harian ke Lebanon meski sudah ada gencatan senjata, serta melakukan serangan sporadis ke negara-negara kawasan seperti Irak dan Suriah dengan berbagai alasan.
Menurut laporan media lokal, Zamir mendesak parlemen untuk mempercepat pembahasan aturan di tiga bidang guna mengatasi kekurangan personel militer.
Usulan pertama adalah memperpanjang wajib militer bagi pria menjadi 36 bulan. Sebelumnya, masa wajib militer telah dipangkas dari 32 bulan menjadi 30 bulan pada Agustus 2024.
Zamir mengatakan batas aturan yang berlaku saat ini akan membebani pasukan cadangan secara tidak masuk akal.
Di sisi lain, ia mengklaim ada kebutuhan keamanan mendesak, terutama setelah Iran dan kelompok-kelompok perlawanan di kawasan memberikan peringatan keras terkait kemungkinan respons terhadap agresi baru Israel.
Laporan juga menyebut kelompok pertama tentara yang menjalani masa dinas lebih singkat dijadwalkan selesai bertugas pada Januari 2027. Kondisi itu diperkirakan akan memperburuk kekurangan personel jika aturan tidak diubah.
Selain itu, Zamir juga meminta perubahan pada undang-undang pasukan cadangan agar militer bisa memobilisasi tentara cadangan dalam waktu lebih lama sesuai kebutuhan operasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Usulan ketiga berfokus pada peningkatan jumlah wajib militer secara keseluruhan, terutama dengan merekrut pria ultra-Ortodoks atau Haredi. Kelompok ini selama ini menolak ikut wajib militer karena menganggap aktivitas keagamaan mereka sama pentingnya.
Ini bukan kali pertama Zamir menyampaikan peringatan soal krisis personel militer Israel.
Halaman Selanjutnya
Pada Maret lalu, ia pernah mengatakan kepada kabinet keamanan Israel bahwa militer bisa runtuh dari dalam jika tidak segera mendapat tambahan personel.

2 days ago
6











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)