Jangan Anggap Sepele! Ini Ciri-Ciri Dehidrasi yang Wajib Diwaspadai Jemaah Haji

1 day ago 4

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:10 WIB

Jakarta, VIVA – Cuaca panas ekstrem di Makkah dan Madinah menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah haji Indonesia. Kondisi suhu yang tinggi saat menjalankan ibadah dapat meningkatkan risiko tubuh kehilangan cairan atau dehidrasi jika tidak diantisipasi dengan baik.

Karena itu, para jemaah diimbau untuk mengenali tanda-tanda awal dehidrasi agar kondisi kesehatan tidak semakin memburuk. Dehidrasi yang dibiarkan terlalu lama bisa memicu gangguan kesehatan serius, terutama bagi lansia dan jemaah dengan penyakit penyerta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter spesialis gizi klinik, dr. A. Yasmin Syauki, mengingatkan bahwa salah satu tanda paling umum dari dehidrasi adalah tubuh mulai terasa lemas.

“Tanda-tanda dehidrasi itu sebenarnya lemas, kemudian kalau misalnya yang sebelum lemas mungkin kita bisa lihat warna kencing kita itu warnanya apa,” kata Dokter Yasmin pada Selasa, 12 Mei 2026. 

Menurutnya, warna urine bisa menjadi indikator sederhana untuk mengetahui apakah tubuh kekurangan cairan atau tidak. Jika warna urine mulai terlihat pekat dan tidak lagi kuning jernih, maka kondisi tersebut patut diwaspadai.

“Ketika dia warnanya pekat, maka kemungkinan kita dehidrasi. Jadi sudah tidak terlalu kuning, bukan kuning jernih, jadi kuningnya pekat, maka itu sudah mengalami dehidrasi,” jelasnya.

Selain urine berwarna pekat dan tubuh terasa lemas, gejala lain dehidrasi juga dapat berupa rasa limbung, sakit kepala, mual, hingga pandangan mulai kabur. Hal tersebut sebelumnya juga disampaikan oleh dokter spesialis gizi klinik dr. Pande Putu Agus Mahendra.

Kondisi dehidrasi biasanya lebih mudah terjadi ketika jemaah terlalu lama beraktivitas di bawah terik matahari tanpa diimbangi asupan cairan yang cukup. Oleh sebab itu, penting bagi jemaah untuk rutin minum air putih meski belum merasa haus.

Jika gejala mulai muncul, jemaah dianjurkan segera menambah asupan cairan agar tubuh tidak mengalami kondisi yang lebih berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita segera menambah asupan cairan kita untuk menghindari respons dehidrasinya,” kata Dokter Yasmin.

Tak hanya dehidrasi, cuaca panas di Tanah Suci juga bisa memicu heatstroke atau sengatan panas. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh meningkat dan tubuh tidak lagi mampu mengontrol panas dengan baik.

Halaman Selanjutnya

“Heatstroke itu berarti panas yang tidak bisa dikendalikan oleh tubuh, sehingga kita seperti sesak napas, kemudian pusing,” ujar Yasmin.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |