Jakarta, VIVA – Layanan kesehatan berbasis regeneratif dan konsep longevity mulai mendapat perhatian lebih besar di Indonesia, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas hidup jangka panjang. Tak lagi sekadar berfokus pada usia, pendekatan medis modern kini menitikberatkan pada vitalitas, fungsi biologis, serta pencegahan penurunan kondisi tubuh sejak dini.
Fenomena ini juga berkaitan dengan perubahan demografi. Indonesia tengah memasuki fase populasi menua, dengan jumlah penduduk berusia di atas 60 tahun yang terus meningkat. Di sisi lain, tren masyarakat mencari layanan medis ke luar negeri masih tinggi. Data menunjukkan jutaan warga Indonesia setiap tahun memilih berobat ke negara lain, baik untuk kebutuhan kesehatan maupun estetika. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah kondisi tersebut, konsep layanan kesehatan terintegrasi berbasis sains mulai berkembang di dalam negeri. Salah satunya melalui pendekatan regenerative medicine yang menggabungkan diagnostik mendalam, terapi personal, serta teknologi medis modern untuk mendukung pemulihan dan peremajaan tubuh.
Pendekatan ini tidak hanya mencakup terapi sel atau perawatan estetika, tetapi juga menyentuh aspek gaya hidup, nutrisi, hingga kesehatan jangka panjang. Dalam praktiknya, layanan seperti ini biasanya diawali dengan analisis kondisi tubuh secara komprehensif sebelum menentukan program terapi yang sesuai.
“FS Regenera dibangun di titik pertemuan antara kebutuhan akan longevity, perawatan regeneratif, dan kepemimpinan medis global. Kami ingin membawa standar perawatan internasional yang selama ini dicari ke luar negeri, kini hadir di Indonesia,” ujar dr. Fredi Setyawan, dalam keterangannya, dikutip Sabtu 25 April 2026.
![]()
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perkembangan teknologi juga memainkan peran penting. Terapi berbasis stem cell, stimulasi kolagen, hingga prosedur estetika non-invasif kini semakin diminati karena dinilai lebih minim risiko dan mendukung hasil yang natural. Selain itu, kolaborasi lintas negara dalam bidang medis turut mempercepat adopsi standar global di berbagai fasilitas kesehatan dalam negeri.
Tren ini sejalan dengan proyeksi pasar medical tourism global yang terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Dengan potensi tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk tidak hanya menekan angka masyarakat yang berobat ke luar negeri, tetapi juga menarik pasien dari negara lain.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, para ahli menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam setiap terapi yang ditawarkan. Validasi medis, pengawasan ketat, serta standar keamanan menjadi faktor utama dalam memastikan efektivitas dan keselamatan pasien.

21 hours ago
4



























