Kanselir Jerman Bantah Penarikan Pasukan AS Bentuk "Pembalasan" Trump

1 week ago 4

Senin, 4 Mei 2026 - 08:34 WIB

VIVA – Kanselir Jerman, Friedrich Merz merespons keputusan Presiden AS Donald Trump yang menarik 5.000 pasukannya di Jerman. Merz yang pernyataannya sempat membuat Trump marah, mengaku tidak akan menyerah untuk bekerja sama dengan Presiden AS, Donald Trump, meskipun terjadi perselisihan antara kedua pemimpin tersebut terkait perang di Iran.

"Saya tidak akan menyerah untuk membangun hubungan transatlantik," kata Merz kepada stasiun penyiaran publik ARD dalam sebuah wawancara yang akan ditayangkan pada Minggu malam, seperti dilansir Guardian, Senin. "Saya juga tidak akan menyerah untuk bekerja sama dengan Donald Trump."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merz berusaha untuk meredam ketegangan dengan Trump, misalnya dengan berargumen bahwa pengumuman publik yang tiba-tiba tentang penarikan 5.000 tentara Amerika dari pangkalan di Jerman bukanlah hal yang mengejutkan dan tidak boleh dianggap sebagai pembalasan.

"Mungkin agak dibesar-besarkan, tetapi itu bukan hal baru," kata Merz kepada pembawa acara talkshow Caren Miosga.

Kritik terhadap perang AS-Israel melawan Iran dari Merz dan para pemimpin Eropa lainnya jelas telah memperburuk keadaan Trump. Perpecahan terbaru terjadi setelah Merz mengatakan pada 27 April bahwa Iran "mempermalukan" Washington di meja perundingan.

Hal itu memicu serangkaian tanggapan marah dari Washington, termasuk komentar Trump bahwa Merz melakukan pekerjaan yang "buruk" sebagai kanselir.

Merz pada hari Minggu mengatakan keputusan AS tentang pasukan "tidak ada hubungannya" dengan perselisihan baru-baru ini. Kanselir juga tampaknya mengkonfirmasi bahwa rencana pengerahan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk AS ke Jerman – yang diumumkan oleh mantan presiden AS Joe Biden – dibatalkan, setidaknya untuk saat ini.

Ia menyebutkan menipisnya persenjataan karena perang di Iran dan Ukraina sebagai alasannya. "Amerika sendiri tidak memiliki cukup persenjataan saat ini," katanya. "Secara objektif, hampir tidak ada kemungkinan bagi AS untuk melepaskan sistem senjata jenis ini."

Namun ia mengatakan "kesempatan untuk kerja sama di masa depan belum hilang," dan bahwa kekuatan NATO Eropa dapat terus mencegah Rusia tanpa rudal khusus atau pasukan AS tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump Tarik 5.000 Pasukan

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat memerintahkan Pentagon untuk menarik sekitar 5.000 anggota militer AS dari Jerman di tengah perseteruan publiknya dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Halaman Selanjutnya

Penarikan kembali pasukan ini akan mengembalikan jumlah anggota militer ke tingkat sebelum tahun 2022, dan akan memengaruhi satuan tempur brigade pasukan AS lainnya yang sudah berada di Jerman, menurut seorang pejabat senior Pentagon.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |