Jakarta, VIVA - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Yogyakarta memicu perhatian terhadap sistem pengawasan lembaga pengasuhan anak di Indonesia.
Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa keamanan anak di tempat penitipan masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah maupun pengelola layanan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tokoh perempuan nasional, Airin Rachmi Diany, menilai kasus tersebut tidak bisa dianggap sebagai peristiwa biasa. Menurutnya, perlindungan anak harus menjadi prioritas, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan layanan penitipan anak bagi orang tua bekerja.
“Hati saya hancur sebagai seorang ibu mendengar kasus di Yogyakarta itu. Anak dititipkan dengan penuh kepercayaan, tetapi justru mengalami kekerasan. Ini bukan hanya soal luka fisik, tetapi juga trauma yang bisa berdampak panjang bagi tumbuh kembang anak,” ujar Airin, Selasa 12 Mei 2026.
Menutut Airin, keberadaan daycare harus diiringi standar pengawasan yang ketat, termasuk kompetensi pengasuh dan sistem pengawasan yang jelas. Ia mengatakan fasilitas pengasuhan anak tidak cukup hanya tersedia secara fisik, tetapi juga harus menjamin rasa aman bagi anak maupun orang tua.
Saat menjabat Wali Kota Tangerang Selatan periode 2011-2021 lalu, dirinya mengaku pernah mendorong penyediaan fasilitas daycare di lingkungan kantor pemerintahan. Sehingga, kata dia, langkah tersebut dilakukan untuk membantu pegawai, khususnya ibu bekerja, agar tetap dapat memantau anak selama jam kerja.
“Fasilitas daycare di kantor dibuat agar orang tua merasa lebih tenang karena anak berada di lingkungan yang terpantau dan dekat dengan jangkauan mereka,” katanya.
Selain fasilitas pengasuhan, Airin juga menyoroti pentingnya penguatan layanan perlindungan perempuan dan anak, termasuk akses pendampingan hukum dan psikologis bagi korban kekerasan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menegaskan kasus di Yogyakarta seharusnya menjadi evaluasi bersama terkait mekanisme pengawasan daycare swasta yang dinilai masih belum merata. Menurutnya, sertifikasi pengasuh dan pengawasan berkala perlu menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pusat.
“Teknologi dan fasilitas hanyalah alat bantu. Yang utama tetap pengawasan, kualitas pengasuh, dan keterlibatan orang tua dalam memastikan anak berada di lingkungan yang aman,” katanya.
Modus Ajak Makan Bakso, Petani di Dompu Rudapaksa Anak Dibawah Umur
Polres Dompu menaruh atensi terkait kasus dugaan rudapaksa terhadap anak yang berawal dari perkenalan dengan terduga pelaku via media sosial (medsos).
VIVA.co.id
12 Mei 2026

1 day ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)