Kecolongan! Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Irak Tanpa Izin

2 days ago 4

Senin, 11 Mei 2026 - 13:00 WIB

VIVA –Sebuah laporan dari The Wall Street Journal yang mengutip pejabat Amerika Serikat menyebut bahwa Israel membangun sebuah pangkalan militer di gurun Irak untuk mendukung kampanye serangan udara ke Iran. Dalam laporan tersebut pangkalan yang berada di wilayah gurun terpencil di bagian barat Irak itu disebut didirikan tepat sebelum konlik antara AS-Israel dengan Iran pecah Februari lalu.

Melansir laman NDTV, Senin 11 Mei 2026, keberadaan pangkalan militer Israel di Irak ini juga diketahui oleh pemerintah AS, namun tidak dengan pemerintahan Irak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pangkalan tersebut difungsikan untuk menampung pasukan khusus Israel sekaligus sebagai pusat logistik bagi angkata udara Israel. Tim pencarian penyelamatan juga ditempatkan di sana untuk bersiaga jika ada pilot Israel yang ditembak jatuh di wilayah musuh.

Untuk diketahui, jarak antara Iran dan Israel sekitar 1.000 mil atau setara 1.609 km. Dengan adanya pangkalan militer Israel di Iran membuat jarak operasional menjadi jauh lebih dekat sehingga memudahkan Tel Aviv menjalankan operasi udara dalam jangka panjang.

Rahasianya Nyaris Terbongkar

Pada awal Maret, operasi rahasia itu hampir terungkap. Media pemerintah Irak melaporkan bahwa seorang penggembala melaporkan adanya aktivitas militer mencurigakan di kawasan tersebut. Militer Irak kemudian mengirim pasukan untuk menyelidiki.

Namun, untuk mencegah mereka mencapai lokasi, Israel disebut melancarkan serangan udara yang menewaskan satu tentara Irak dan melukai dua lainnya. Irak lalu mengirim dua unit tambahan untuk melakukan pencarian, dan mereka kembali dengan bukti yang mengonfirmasi bahwa memang ada aktivitas militer di lokasi tersebut.

Setelah keberadaan pangkalan rahasia Israel terkonfirmasi, pejabat senior militer Irak, Letnan Jenderal Qais Al-Muhammadawi selaku wakil komandan Joint Operations Command, mengatakan kepada media pemerintah Irak bahwa pembangunan tersebut tanpa sepengatuhan negara tersbebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Operasi ceroboh ini dilakukan tanpa koordinasi maupun persetujuan. Tampaknya ada kekuatan tertentu di darat sebelum serangan terjadi, didukung dari udara, dan bergerak di luar kemampuan unit kami,” kata dia.

Irak kemudian mengajukan protes resmi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menuding Amerika Serikat bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, seorang pejabat AS mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa Washington tidak terlibat dalam serangan itu.

Halaman Selanjutnya

Wilayah gurun Irak bagian barat yang sangat luas dan nyaris tak berpenghuni memang dianggap ideal untuk aktivitas militer rahasia. Saat operasi melawan Saddam Hussein pada 1991 dan 2003, pasukan AS juga pernah menggunakan kawasan yang sama.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |