Kemenhut Kebut Pembersihan Limbah Kayu Bencana di Aceh dan Sumut

4 weeks ago 6

Senin, 29 Desember 2025 - 17:09 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta mitra dan relawan terus melanjutkan pembersihan tumpukan kayu dan material limbah bencana di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan sejumlah titik terdampak di Sumatera Utara sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.

Berdasarkan laporan pada Minggu, 28 Desember 2025, di Kabupaten Aceh Tamiang, kegiatan pembersihan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari 80 personel UPT Kemenhut, 80 personel TNI, dan 30 personel Polri. 

Pembersihan di Pesantren Darul Mukhlisin didukung 37 unit alat berat, dengan progres mencapai sekitar 90 persen. 

Material kayu dan lumpur dipindahkan ke lokasi penampungan akhir menggunakan dump truck, serta dilakukan pemotongan kayu di Tempat Penumpukan Kayu (TPK). Pekerjaan juga dilanjutkan pada malam hari dengan dukungan penerangan tambahan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, mengatakan bahwa pembersihan tidak hanya menyasar tumpukan kayu utama, tetapi juga fasilitas pendidikan dan lingkungan sekitar warga. 

“Tim gabungan telah menyelesaikan pembersihan 12 ruang belajar, dua ruang kantor guru, serta satu area tempat wudu masjid, sekaligus membantu pembersihan rumah warga di sekitar lokasi terdampak,” ujar Subhan dalam keterangannya, dikutip Senin, 29 Desember 2025.

Sementara itu, di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pembersihan akses jalan dan permukiman warga terus dilanjutkan dengan dukungan enam unit ekskavator. Akses jalan di Desa Geudumbak bertambah sepanjang 200 meter, sehingga total jalur yang dapat dilalui kini mencapai 4,85 kilometer.

Basarnas mengevakuasi jasad korban bencana di Aceh Tamiang

Pembersihan fasilitas pendidikan juga dilakukan di SMPN 3 Langkahan dan SD Negeri 7 Langkahan.

Kemudian, di Provinsi Sumatera Utara, kegiatan pembersihan dilaksanakan di Desa Aek Ngadol, Desa Garoga, dan Desa Huta Godang, dengan fokus pada pemindahan kayu, pembersihan rumah warga, serta pengangkutan material lumpur. 

Kegiatan dilaksanakan secara terpadu bersama Satgas Pemda dan TNI, dengan dukungan 17 unit alat berat dan 14 unit dump truck dari Kemenhut, TNI, BNPB, BUMN, dan mitra perusahaan.

Sementara, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pemulihan. 

Halaman Selanjutnya

“Pembersihan di Sumatera Utara dilaksanakan secara terkoordinasi di bawah komando satgas daerah, dengan tujuan mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas masyarakat,” kata Novita.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |