Ketua KPK Curhat Penindakan Korupsi Mahal, Makanan-Baju Koruptor Diurus Negara

2 days ago 6

Senin, 11 Mei 2026 - 21:22 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengatakan mengurus tahanan koruptor membutuhkan biaya yang mahal.

Penindakan korupsi, kata dia, tak hanya berhenti setelah para koruptor ditangkap. Kebutuhan mereka mulai dari makan hingga pakaian juga harus diurus menggunakan uang negara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Setyo dalam acara Peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin, 11 Mei 2026.

“Dengan harapan bahwa kalau ini (buku panduan Pendidikan Antikorupsi) kita berikan gitu daripada proses penindakan yang di depan, lebih bagus kita melakukan proses pencegahan," ucap Setyo.

"Penindakan pasti akan lebih mahal ya dari awal sampai akhir gitu sudah di dalam pun masih diurusi negara, makannya, bajunya, seragamnya dan lain-lain,” lanjutnya.

Setyo lantas berharap, buku panduan Pendidikan Antikorupsi ini dapat diimplementasikan dengan baik kepada anak-anak agar menjadi sosok yang berintegritas.

"Ini memang dibuat oleh mungkin sesama manusia dengan segala kekurangan dengan segala keterbatasan tapi ini adalah berupa panduan atau pedoman untuk antikorupsi yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita, anak-anak cucu kita," pungkas dia.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama

Nama Dirjen Bea Cukai Muncul di Dakwaan Suap, KPK Ditantang Usut Tuntas

Munculnya nama Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Djaka Budhi Utama dalam dakwaan terdakwa sekaligus pemilik Blueray Cargo John Field menjadi sorotan dan tantangan bagi KPK.

img_title

VIVA.co.id

11 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |